BeritaLokal, Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) meraih kemenangan dalam pembagian dividen tahun buku 2025 dengan pemberian Rp 27 per saham, yang setara 40,72% dari laba bersih perseroan sebesar Rp 813,99 miliar. Hal ini menunjukkan kinerja finansial yang menggerakkan perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah tantangan ekonomi dan transformasi digital.
Pembagian dividen akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, Selasa, 9 Juni 2026. Sementara sisa laba bersih Rp 482,51 miliar yang merupakan 59,28% dari total laba bersih akan ditempatkan sebagai laba ditahan. Harga saham MTDL turun 1,92% pada penutupan perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, ke level Rp 510 per saham, meskipun dibuka di posisi Rp 520.
Kinerja 2025 mencerminkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar Rp 27,17 triliun, naik 8,06% dari periode sebelumnya. Laba bersih perseroan meningkat 10,02% menjadi Rp 813,99 miliar, dengan peningkatan kinerja unit bisnis Distribusi yang mencatat pertumbuhan penjualan 9,0%, di mana segmen Smartphone tumbuh 24,6% dan segmen komersial meningkat 7,2%.
Unit Solusi dan Konsultasi Digital mengalami perbaikan kualitas pertumbuhan dengan laba bersih naik 12,0%. Pertumbuhan ini dipicu oleh permintaan terhadap layanan berbasis teknologi, termasuk Cloud dan Hybrid infrastructure. Model bisnis berlangganan pada unit solusi menjadi kunci stabilitas pendapatan berulang, meski tren pemulihan perolehan order masih membutuhkan waktu.
Aset perseroan naik 12,6% menjadi Rp 13,12 triliun, dengan ekuitas meningkat 11,5% ke level Rp 6,31 triliun. Liabilitas bertambah 13,6% ke Rp 6,80 triliun, sementara kas perseroan tetap stabil di kisaran Rp 1,29 triliun.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengatakan bahwa strategi diversifikasi produk dan penguatan layanan solusi menjadi faktor utama dalam menopang kinerja perseroan. “Kemampuan Perseroan menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook di tengah melemah daya beli masyarakat serta kebijakan pemerintah, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam jadwal pembagian dividen, batas akhir periode cum terletak pada 18 dan 22 Juni 2026 untuk pasar regular dan negosiasi, serta 19 dan 23 Juni 2026 untuk pasar tunai. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen akan diberikan pada 22 Juni 2026.
Kinerja finansial perseroan mencerminkan keberhasilan dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan target menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.