Strategi TINS Menangkap Potensi Besar Timah Indonesia

BeritaLokal, Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) memperkuat strategi pemasaran timah Indonesia sebagai potensi pasar yang menjanjikan di tengah permintaan global terus meningkat. Dalam keterangannya pada Kamis (11/6/2026), Wakil Direktur Utama PT Timah, Harry Budi Sidharta, mengungkapkan bahwa kebutuhan timah dunia saat ini stabil karena sebagian besar digunakan untuk industri elektronik. Namun, di masa depan, sektor kendaraan listrik, panel surya, dan pusat data (data center) menjadi pendorong utama peningkatan konsumsi timah global.

“Di solar panel dan data center itu yang menjadi driver pertumbuhan kebutuhan timah,” kata Harry. Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara penghasil timah terbesar dunia karena jalur mineralisasi timah yang meliputi Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau. “Di Indonesia ini hanya ada di Bangka dan Belitung, sedikit di Kundur, dan tidak ada lagi tempat lain,” kata dia. Timah dari Bangka sebagian besar digunakan untuk industri elektronik, sementara ekspor ke China dan Myanmar terus meningkat.

PT Timah fokus pada menjaga keberlanjutan pasokan melalui eksplorasi tambang laut dalam dan pengembangan tambang primer di daratan. Perusahaan menyiapkan kajian teknologi untuk mendukung penambangan yang lebih kompleks, termasuk penggunaan kapal-kapal baru untuk menambang di laut lebih dalam.

Pada kuartal I 2026, PT Timah mencatat laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, naik 595% dari target Rp 252 miliar. Pendapatan periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp 5,47 triliun, naik 160,5% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat tajam menjadi Rp 2,1 triliun dari Rp 0,15 triliun. Kinerja ini dipengaruhi oleh kenaikan harga timah global yang mencapai USD 48.679 per metrik ton di London Metal Exchange (LME), naik 34,7% dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, pasar masih diwarnai volatilitas akibat ketidakpastian geopolitik dan peningkatan stok global. Perusahaan optimistis industri timah akan tetap memiliki prospek kuat dalam beberapa tahun mendatang, meskipun perlu menghadapi tantangan menyangkut kebijakan pemerintah dan fluktuasi harga.

Selain itu, tren pertumbuhan AI, ekspansi data center, dan investasi infrastruktur listrik menjadi pendorong permintaan timah. Dengan kombinasi faktor permintaan global yang meningkat dan sumber pasokan terbatas, PT Timah tetap menjaga kinerja keuangan seiring upaya pengembangan cadangan dan teknologi baru.

error: Content is protected !!