BeritaLokal, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan penumpang KRL Jabodetabek dengan mempertimbangkan penggabungan dua stasiun terdekat, Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Rencana ini diputuskan setelah analisis menyebutkan bahwa kedua stasiun hanya berjarak sekitar 150 meter, yang bisa memicu risiko kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan rencana integrasi layanan stasiun tersebut dalam rapat bersama DPR RI. Menurutnya, jarak dekat ini menunjukkan bahwa operasional dua stasiun bisa diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Bobby menyatakan bahwa Stasiun Karet akan dikelola sebagai “selasar” sementara akses keluar-masuk penumpang tetap berada di Stasiun BNI City.
Selain jarak, risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar Stasiun Karet menjadi alasan utama penggabungan layanan. Bobby menjelaskan bahwa rencana ini mencakup pembuatan travelator dan penambahan akses masuk (gate in) dan keluar (gate out) di Stasiun BNI City. KAI juga berencana memperbaiki kawasan sekitar stasiun dengan penataan terstruktur untuk mengurangi kemacetan.
Sejalan dengan rencana integrasi, pihak Kemenhub menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak akan ditutup. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menyatakan bahwa integrasi layanan stasiun merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi di Jabodetabek. Arif menegaskan bahwa kawasan sekitar Stasiun Karet akan dikembangkan secara bertahap, mulai dengan penggabungan Stasiun Karet dan BNI City pada tahap pertama, lalu memperluas penataan wilayah setelahnya.
Rencana ini diimplementasikan melalui kerja sama antara KAI, DPR, dan Pemprov DKI Jakarta. Arif menekankan bahwa penataan kawasan tidak hanya terkait dengan operator, tetapi juga partisipasi pemerintah daerah untuk memastikan keberhasilan program pengembangan transportasi publik.
Dalam proses integrasi, KAI juga akan memperkuat perencanaan jalan raya dan fasilitas umum di sekitar Stasiun BNI City, termasuk pembangunan travelator untuk mengurangi beban pada jalan utama. Dengan rencana ini, pihak KAI berharap mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman bagi para penumpang KRL Jabodetabek.
Penggabungan stasiun diharapkan akan mempercepat efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan. Pemprov DKI Jakarta dan DPR RI juga menunjuk perwakilan untuk mendampingi proses integrasi, menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengembangan infrastruktur dengan kepentingan masyarakat.
KAI memastikan bahwa rencana ini dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan yang ditetapkan, sehingga tidak terganggu oleh sementara waktu. Dengan langkah-langkah ini, pihak KAI berkomitmen untuk menyelesaikan penataan kawasan dan meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan raya di Jabodetabek.
Artikel Terkait
Kpop Fans Ditangkap Usai Bobol Asrama dan Beli Alamat
25 Juli 2026
Keamanan AI di E-Commerce Asia Pasifik Terancam Hacker
25 Juli 2026
KCIC Larang Layang-Layang Menghalangi Keamanan Jalur Whoosh
23 Juli 2026
Serangan Hebat 400 Juta Situs WordPress Terbuka Dibobol
23 Juli 2026
Zaskia Adya Mecca Antar Anak Sekolah Motor, Bikin Panik
22 Juli 2026
Sarwendah Tinggalkan Rumah Lama demi Keamanan Rumah
22 Juli 2026
Amanda Manopo Terancam Pembunuhan lewat Ancaman Digital
22 Juli 2026
Memuat komentar...