BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggenggam laba bersih sebesar Rp 6,79 miliar di Kuartal I/2026, menunjukkan kinerja yang solid terukur dari pertumbuhan bisnis digital. Performa ini dipertegas oleh peningkatan rasio NIM Bank Raya dari 4,87% pada Kuartal I/2025 menjadi 5,78%, atau meningkat 91 bps YoY, yang disebutkan Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia.
Selain itu, porsi kredit digital terus berkontribusi pada peningkatan laba. Pada Kuartal I/2026, kredit digital mencapai Rp 8,14 triliun dengan pertumbuhan 29,0% YoY, sementara outstanding kredit digital meningkat hingga Rp 3,14 triliun atau tumbuh 33,1% YoY. Subagia menegaskan bahwa transformasi ini memperkuat ekosistem digital Bank Raya, seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Produk Unggulan Bank Raya
Bank Raya terus mengembangkan produk digital yang menarik, salah satunya adalah Pinang Dana Talangan, yang menunjukkan kinerja cemerlang. Pada triwulan pertama 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp 7,25 triliun, tumbuh 33,4% YoY dan mencatat outstanding sebesar Rp 1,15 triliun, tumbuh 63,0% YoY. Layanan ini telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Selain itu, DPK Bank Raya juga terus mengalami pertumbuhan dengan total Rp 8,44 triliun, dijajaki dari peningkatan dana murah seperti Giro dan Tabungan yang tumbuh 30,2% YoY.
Dana Murah Bank Raya
Pertumbuhan dana murah mencatatkan pencapaian signifikan dengan Digital Saving yang tumbuh 63,9% YoY atau mencapai Rp 2,30 triliun. Ini menunjukkan adopsi layanan digital yang meningkat di masyarakat, seiring upaya Bank Raya dalam memperkuat literasi keuangan digital.
Rasio likuiditas Bank Raya tetap terjaga baik, dengan LDR (Loan to Deposit Ratio) 81,64%, LCR (Liquidity Coverage Ratio) 442,55%, dan NSFR (Net Stable Funding Ratio) 164,71% di atas standar minimum. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Raya tetap terjaga pada 41,80% sejak Maret 2026, menjawab optimisme dalam mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.
Dengan demikian, Bank Raya terus berupaya meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham melalui inovasi produk dan manajemen keuangan yang ketat.