BeritaLokal, Jakarta – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan dampak nyata bagi ekonomi keluarga Indonesia. Program ini diperkirakan mampu menghemat pengeluaran masyarakat hingga Rp33,02 triliun per tahun melalui harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, mengatakan manfaat KDKMP bukan sekadar angka statistik, melainkan langsung dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Penghematan ini sangat berarti bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat,” katanya dalam konferensi pers Update Program Prioritas Pemerintah (PHTC) di Jakarta, Rabu (10/6).
Selisih harga LPG 3 kilogram dan minyak goreng MinyaKita menjadi poin utama. Saat ini, harga LPG di pasar berkisar Rp20.000 per tabung, sementara di KDKMP dijual sekitar Rp16.000. Untuk MinyaKita, harga Rp21.000 per liter di pasaran berubah menjadi Rp15.700 per liter di koperasi. Dengan data BPH Migas dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, rumah tangga dengan tiga hingga empat anggota rata-rata mengonsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan. Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) menunjukkan ada sekitar 74 juta keluarga di Indonesia yang mengalami penghematan.
Kasus dari Desa Sambeng Kulon, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat dampaknya. Ketua Pengurus KDKMP Supriyatno mengatakan keberadaan koperasi menjadi “kebanggaan” warga desa. Ia menilai penghematan Rp5.300 per bulan bagi ibu rumah tangga di Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur, cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
Pengusaha kecil pun merasakan manfaatnya. Pedagang nasi goreng di KDKMP Wilangan, Jawa Timur, mengaku keuntungan usahanya meningkat karena bahan baku lebih murah. Sementara di Klaten, Jawa Tengah, Ketua Pengurus KDKMP Agus Susanto menegaskan bahwa KDKMP bukan hanya organisasi ekonomi, tetapi penggerak ekonomi desa melalui perputaran uang yang terjadi di dalam koperasi.
Qodari menekankan bahwa selisih harga ini bukan sekadar angka, tapi stimulus ekonomi mikro bagi jutaan keluarga. “Selisih harga ini menjadi pendorong untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya. Penghematan sekitar Rp5.000 per pembelian bisa terakumulasi menjadi manfaat signifikan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pengembangan ekonomi desa.
KDKMP berpotensi memberikan dampak besar bagi masyarakat Indonesia. Dengan strategi harga yang lebih terjangkau dan partisipasi aktif warga, koperasi ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.