[BeritaLokal], Jakarta – Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014, Muhammad Chatib Basri, akhirnya membuka suara mengenai isu yang tengah memanas di kalangan media dan publik: kemungkinan dirinya akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dalam rangka perombakan kabinet yang dikabarkan akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Namun, jawaban yang diberikan Chatib tidak menyentuh isu tersebut secara eksplisit, hanya dengan kalimat singkat, “Saya enggak tahu,” saat ditanya di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Isu pergantian Menteri Keuangan belakangan ini menjadi pusat perhatian setelah beredar spekulasi bahwa Presiden akan melakukan reshuffle kabinet, dengan Purbaya Yudhi Sadewa dipindahkan ke Bank Indonesia dan Chatib Basri dijadikan pengganti di posisi Menkeu. Namun, pihak pemerintah langsung menegasikan keberadaan rencana tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam keterangan resmi di Kompleks Parlemen Senayan, menegaskan bahwa tidak ada agenda pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
“Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle. Maka juga mohon maaf sekali lagi jangan dikait-kaitkan dengan isu yang beredar atau berkembanglah nama tokoh si A, si B, tokoh si C. Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian,” tegas Prasetyo.
Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden melakukan pelantikan dua pejabat baru pada Senin (8/6/2026), yaitu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal. Prasetyo menegaskan bahwa agenda tersebut adalah satu-satunya yang dijadwalkan, dan bahwa Presiden tetap memiliki kewenangan penuh untuk melakukan evaluasi dan perubahan struktural jika diperlukan, namun tidak ada indikasi bahwa itu akan terjadi segera.
Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjadi fokus spekulasi, justru memperkuat kejelasan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri dari jabatan. Saat ditemui di kantor Bappenas pada Senin malam, ia menjawab dengan nada santai mengenai kabar pindahnya ke BI: “Sekarang ke Bappenas, hahaha.” Jawaban ini, yang tampaknya bersifat pribadi dan tidak mengikat, justru menambah kebingungan publik mengenai dinamika internal pemerintahan.
Meskipun tidak ada bukti resmi, kehadiran dua tokoh utama, Chatib Basri dan Purbaya, dalam konteks yang sama menunjukkan bahwa isu ini telah menjadi latar belakang penting dalam diskusi politik dan ekonomi nasional. Chatib, yang pernah memimpin Kementerian Keuangan dengan kinerja yang dianggap stabil dan terstruktur, memiliki reputasi kuat dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan fiskal. Sementara Purbaya, yang telah memimpin sektor keuangan selama beberapa tahun, dianggap memiliki pengaruh dalam mempertahankan stabilitas sistem keuangan nasional.
Namun, ketika ditanya secara langsung, kedua tokoh ini tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang memperkuat atau menyangkal spekulasi. Dengan demikian, pemerintah tetap mempertahankan posisi bahwa tidak ada rencana perubahan yang akan dilakukan sebelumnya, meskipun isu ini tetap menjadi sorotan publik dan media.
Kebijakan pemerintah dalam hal ini menunjukkan kecenderungan untuk tetap menjaga stabilitas struktural, dengan menghindari keputusan yang bisa menimbulkan ketidakpastian, terutama dalam konteks ekonomi dan keuangan yang sangat sensitif. Hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa Presiden akan mengambil keputusan yang menggantikan Purbaya, atau mengangkat Chatib sebagai pengganti, meskipun dua nama tersebut telah menjadi pusat perdebatan.
