BeritaLokal, Jakarta – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 105 per saham, yang akan dibayarkan kepada pemegang saham setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 3 Juni 2026. Dividen ini menunjukkan rencana jangka panjang PSAB untuk mengoptimalkan pendapatan dan memperkuat posisi perusahaan di pasar modal. Dengan total 26,46 miliar saham yang beredar, dividen tersebut akan menciptakan kontribusi signifikan bagi pemegang saham, meski jumlahnya masih jauh dari capaian maksimal.
Selain itu, PSAB memperlihatkan kebijaksanaan dalam mengelola laba bersih yang didapat sebesar US$ 35,45 juta atau Rp 638,86 miliar. Data ini mencerminkan kinerja finansial perusahaan yang stabil di tengah dinamika ekonomi global. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$ 175,83 juta atau Rp 3,16 triliun, sehingga menunjukkan keberagaman dalam pengelolaan modal perusahaan.
Pembagian dividen ini juga terkait dengan langkah strategis PSAB untuk menjual seluruh saham anak perusahaan, PT J Resources Nusantara (JRN), yang berada di PT Arafura Surya Alam (ASA). Transaksi tersebut mencapai nilai USD 540 juta atau setara lebih dari 50% ekuitas PSAB, dengan target penyelesaian paling lambat 23 Desember 2025. Harga pembelian saham ASA oleh PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) diperkirakan mencapai USD 335,03 juta, mengingat faktor seperti pinjaman pemegang saham JRN senilai USD 195,83 juta.
Pertumbuhan harga saham PSAB yang naik 4% menjadi Rp 520 per saham dalam semalam mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Level tertinggi di harga sahamnya adalah Rp 525, sementara level terendah berada pada Rp 492. Kapitalisasi pasar PSAB sebesar Rp 13,76 triliun, menunjukkan kekuatan ekonomi perusahaan yang menguasai sektor tambang emas di Indonesia.
Dalam rangka memperkuat struktur perusahaan dan meningkatkan nilai ekuitas, PSAB juga melanjutkan program penjualan saham ASA. Proses ini tidak hanya menarik minat investor tetapi juga menciptakan kesempatan untuk mengelola likuiditas dan memastikan keseimbangan keuangan. Transaksi ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSAB untuk meningkatkan nilai perusahaan sekaligus membuka peluang investasi baru.
Pembagian dividen dan penjualan saham menunjukkan bahwa PSAB siap mengambil langkah-langkah mendalam untuk memastikan kesejahteraan pemegang saham serta menjaga keberlanjutan operasional perusahaan. Dengan kombinasi pembagian dividen yang komprehensif dan strategi kepemilikan saham yang tajam, PSAB semakin menunjukkan visi untuk memperkuat posisinya di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait
Strategi Keuangan Luncur Saat BI Rate Naik ke 5,75%
20 Juni 2026
Bitcoin Dikabarkan Akan Berkurang, Analis Mengingatkan Trader Jangan Panik
20 Juni 2026
Harga Emas 20 Juni 2026: Tiga Pemecahan yang Menarik dari UBS, Antam, dan Galeri24!
20 Juni 2026
Rupiah Mengembalikan Level 18.000 Setelah Rate Melompat Kembali!
20 Juni 2026
Harga Emas Dunia Menurun Akibat Penguatan Dolar AS
20 Juni 2026
Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Bagi Bisnis Hotel
19 Juni 2026
Dibuka Melemah, Simak Prediksi Rupiah Hari Ini 19 Juni 2026
19 Juni 2026
Memuat komentar...