IHSG Rawan Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 8 Juni 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan saham, Senin, (8/6/2026). Berikut strategi rekomendasi saham.

PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia.(BAY ISMOYO/AFP)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026). IHSG hari ini rawan koreksi ke posisi 5.395-5.412.

IHSG merosot 4,2% menjadi 5.594 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada Jumat, 5 Juni 2026 dan masih didominasi oleh tekanan jual.

Secara mingguan atau weekly, IHSG terpangkas 8,69% dan disertai dengan ada peningkatanan tekanan jual

“Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) darn wave [v] dari wave 5. Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5.395-5.412,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia menuturkan, hal itu juga sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan moving average (MA) 200 secara monthly.

Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.517,5.381 dan level resistance 5.941,6.588.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah dengan level support dan level resistance 5.370-5.730.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Buy on Weakness

Saham ANTM terkoreksi 0,36% ke 2.750 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini berada di awal wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.690-2.740

Target Price: 3.020, 3.200

Stoploss: below 2.630

 

2.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Buy on Weakness

Saham BRMS terkoreksi 1,92% ke 510 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi BRMS sedang berada pada bagian awal dari wave 4 dari wave (C).

Buy on Weakness: 494-510

Target Price: 610, 660

Stoploss: below 482

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

PerbesarBeralih ke bursa asing, bursa saham Asia kompak berada di zona hijau. (/Angga Yuniar)

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 0,46% ke 434 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 390-418

Target Price: 472, 520

Stoploss: below 374

 

4.PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) – Sell on Strength

Saham DAAZ menguat 7,60% ke 1.840 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatan DAAZ masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan DAAZ saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga DAAZ masih rawan berbalik terkoreksi ke rentang area 860-1.135,” ujar dia.

Sell on Strength: 1.930-2.070

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Penutupan IHSG pada 5 Juni 2026

PerbesarAdapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, (5/6/2026), IHSG makin tertekan hingga menyentuh posisi 5.500. Koreksi IHSG terjadi di tengah sektor saham yang tertekan dipimpin sektor saham transportasi.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,2% ke posisi 5.594,76. Indeks saham LQ45 merosot 3,9% menjadi 557,74. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG betah berada di zona merah meski sempat menguat pada awal sesi perdagangan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67. Sedangkan di level terendah, IHSG menyentuh 5.594,11.

Tekanan IHSG itu seiring 626 saham yang melemah. Hanya 108 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Akan tetapi, transaksi harian saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.190.237 kali dengan volume perdagangan saham 37,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.020.

Transaksi jumbo  hari ini seiring di pasar negosiasi ada transaksi saham TPIA mencapai Rp 8,8 triliun. Di pasar negosiasi, harga saham TPIA turun 8,13% menjadi Rp 1.300 per saham. Saham TPIA ditransaksikan sebanyak 14 kali dengan volume perdagangan saham 91.476.930 saham.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham transportasi memimpin koreksi dengan turun 5,97%. Selain itu, sektor saham energi turun 5,73%, sektor saham basic terpangkas 2,49%, sektor saham industri merosot 5,72%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,79%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,72%, sektor saham kesehatan melemah 1,91%, dan sektor saham keuangan terpangkas 3,36%.

Selain itu, sektor saham properti turun 4,02%, sektor saham teknologi terpangkas 4,88%, sektor saham infrastruktur susut 5,3% dan sektor saham transportasi terperosok 5,97%



error: Content is protected !!