Intip prediksi harga emas dunia dan logam mulia pada pekan ini.
PerbesarIlustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)
, Jakarta – Harga emas dunia diprediksi mengalami fluktuasi dalam satu pekan ke depan. Sentimen penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dinilai masih mempengaruhi pelemahan harga emas dunia.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rentang harga emas dunia sepekan ke depan.
“Jadi dalam sepekan untuk emas dunia kemungkinan besar akan diperdagangkan di USD 4.153 per troy ounce sampai di USD 4.560 per troy once,” kata Ibrahim, dikutip Senin (8/6/2026).
Dia memperkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya, dan akan berdampak pada penguatan mata uang dolar AS. Hal tersebut disinyalir akan berpengaruh pada penurunan harga emas dunia, dan merembet pada pelemahan logam mulia.
“Nah ini yang membuat apa? Membuat dolar kembali lagi mengalami penguatan sehingga berdampak terhadap penurunan harga emas dunia. Ya emas dunia pun juga akhirnya melemah kemudian logam mulia pun juga melemah,” tutur Ibrahim.
“Secara teknikal bahwa harga emas dunia kemarin ditutup di USD 4.327 per troy ounce. Apabila melemah ya di level support pertama itu di USD 4.264 per troy ounce ya kemudian kalau melemah kembali di level support kedua di USD 4.153 per troy ounce,” beber dia.
Meski demikian, jika harga emas dunia naik berada pada resisten pertama pada level USD 4.384 per troy ounce serta resisten kedua pada USD 4.560 per troy ounce.
Harga Logam Mulia
PerbesarPramuniaga menunjukkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Pada perdagangan Rabu (27/7/2022) pukul 15:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.722,19 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,30 persen. (/Angga Yuniar)
Ibrahim juga melihat harga logam mulia akan turut bergerak. Prediksinya, logam mulia diperdagangkan di level Rp 2.630.000 per gram kemudian resistennya di Rp 2.830.000 per gram.
“Kalau logam mulianya kemarin itu ditutup di Rp2.738.000 rupiah per gram. Artinya apa? Pertahanan logam mulia ini ketahan oleh pelemahan mata uang rupiah,” ucap dia.
“Kalau seandainya melemah level support-nya di Rp 2.708.000 per gram. Kalau seandainya melemah kembali kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp 2.630.000 (per gram),” jelas dia.
