Cek Laju Harga Saham BBCA Hari Ini

Berikut pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada sesi pertama, Senin (8/6/2026) saat IHSG tertekan.

PerbesarKaryawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta. (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah pada sesi pertama perdagangan saham, Senin (8/6/2026). Harga saham BBCA lesu di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan.

Mengutip data RTI, harga saham BBCA ditutup melemah 2,27% menjadi Rp 4.960 per saham. Harga saham BBCA dibuka turun 125 poin menjadi Rp 4.950 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.050 dan terendah Rp 4.850 per saham. Total frekuensi perdagangan 63.844 kali dan total volume perdagangan saham 4.096.475 saham. Nilai transaksi harian Rp 2 triliun. Kapitalisasi pasar saham BBCA menjadi Rp 611,44 triliun.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,87% menjadi 5.434,30. Indeks saham LQ45 susut 2,77% menjadi 542,31. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.523,94 dan terendah 5.346,33. Sebanyak 646 saham melemah sehingga bebani IHSG. 88 saham menguat dan 79 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.378.878 kali dengan volume perdagangan saham 20,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.170.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 1,61%, sektor saham basic turun 0,33%, sektor saham industri terpangkas 3,32%.

Sektor saham consumer nonsiklikal susut 2,95%, sektor saham siklikal turun 3,99%, sektor saham kesehatan terpangkas 6,01% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham keuangan susut 2,74%, sektor saham properti melemah 2,05% dan sektor saham teknologi tergelincir 2,77%. Lalu sektor saham infrastruktur melemah 4,72% dan sektor saham transportasi turun 3,62%.

BBCA Tebar Dividen Interim Tiga Kali Setahun, Termin Pertama Rp 20

PerbesarPejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan membagikan dividen interim termin pertama pada kuartal II tahun buku 2026. Pembagian dividen interim tersebut mempertimbangkan soliditas kinerja perusahaan periode 1 Januari 2026 hingga 31 Maret 2026, serta komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada segenap pemegang saham.

Dalam penjelasan mata acarapenetapan penggunaan laba bersih Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026, direksi perseroan menginformasikan untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim sebanyak 3 kali pada 2026, yang direncanakan dibagikan per kuartal.

Sehubungan dengan hal tersebut, direksi perseroan dengan persetujuan dewan komisaris Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim termin pertama pada kuartal II tahun buku 2026 yaitu sebesar Rp 20 per saham. Nilai pembagian dividen itu sekitar Rp 2,45 triliun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menuturkan, pembagian dividen interim yang pertama untuk tahun 2026 telah mempertimbangkan posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, pengembangan bisnis perseroan maupun entitas anak, hingga kualitas aset yang terjaga.

Hendra Lembong juga menyampaikan, rencana pembagian dividen interim selanjutnya akan dibagikan dengan jumlah nominal yang sama dengan dividen interim yang akan dibagikan pada kuartal ini sepanjang kondisi keuangan Perseroan memungkinkan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga Perseroan mampu membukukan kinerja positif hingga tiga bulan pertama tahun 2026. Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026 ini. Hal ini menjadi terobosan baru bagi Perseroan, dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang senantiasa bersama kami,” ujar Hendra Lembong, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).

 

Jadwal Pembagian Dividen BBCA

Per Maret 2026, BCA membukukan pertumbuhan kredit 5,6% secara tahunan (YoY) mencapai Rp 994 triliun. Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY. Total laba BCA dan entitas anak mencapai Rp 14,7 triliun pada kuartal I 2025.

Dividen interim termin pertama pada kuartal II tahun buku 2026 akan diperhitungkan dengan besaran dividen final untuk tahun buku 2026, yang akan dibagikan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada 2027.

Adapun jadwal pembagian dividen interim kuartal II tahun buku 2026 adalah sebagai berikut:

  • Pengumuman di Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan pada 5 Juni 2026
  • Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen Interim (Cum Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 15 Juni 2026
  • Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen Interim (Cum Dividen) di Pasar tunai pada 18 Juni 2026
  • Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen Interim (Ex Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 17 Juni 2026
  • Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen Interim (Ex Dividen) di Pasar Tunai pada 19 Juni 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen Interim (Record Date) pada 18 Juni 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen Interim pada 26 Juni 2026 



error: Content is protected !!