IHSG Sepekan Tersungkur ke 5.594

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.000 pada perdagangan saham 2-5 Juni 2026.

PerbesarIlustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham 2-5 Juni 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi jual saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (6/6/2026), IHSG tergelincir 8,69% sehingga ditutup pada level 5.594,76. Pada pekan lalu, IHSG turun 0,56% menjadi 6.127,38. Kapitalisasi pasar terpangkas 8,59% menjadi Rp 9.087 triliun dari Rp 10.729 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah 1,3% selama sepekan membebani IHSG. Selain itu, investor asing melepas saham Rp 7,38 triliun selama sepekan. Jumlah ini berkurang dari pekan lalu, investor asing melepas saham Rp 12,34 triliun.

Herditya prediksi, pada Senin depan, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. IHSG akan bergerak di level support 5.517 dan level resistance 5.734. “Kami perkirakan, sentimen yang terjadi pada pekan ini masih akan berlanjut pada pekan depan,” tutur dia.

Di sisi lain, peningkatan tertinggi pada rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini sebesar 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI naik 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan lalu.

Selama sepekan, seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham transportasi dan logistik terpangkas 14,08%, dan memimpin koreksi. Selain itu, sektor saham industri melemah 13,32% dan sector saham infrastruktur turun 11,62%.

Kemudian sector saham energi turun 10,32%, sector saham basic materials merosot 10,85%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 10,04%. Sektor saham consumer siklikal susut 8,29%, sector saham perawatan Kesehatan tergelincir 9,96%, sektor saham Keuangan turun 6,74%. Lalu sector saham properti dan real estate melemah 11,33%, sector saham teknologi turun 9,11%.

IHSG Sepekan Turun 0,56%, Rebalancing MSCI hingga Rupiah jadi Pemicu

PerbesarKaryawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 25-29 Mei 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal, salah satunya rebalancing MSCI.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (30/5/2026), IHSG terpangkas 0,56% menjadi 6.127,38 dari penutupan pekan lalu di 6.162,04. Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono mengatakan, koreksi IHSG dipicu sejumlah faktor. Pertama, hari perdagangan yang relatif pendek pada pekan ini. “Kedua, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya saat dihubungi.

Ketiga, rebalancing MSCI. Keempat, investor masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran.

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan terperosok 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI turun 15,60% menjadi 30,95 miliar saham dari pekan lalu 36,67 miliar saham pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan terperosok 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari pekan sebelumnya Rp 21,77 triliun.

 

Sentimen IHSG Lainnya

PerbesarBursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan perdagangan sementara selama 30 menit atau trading halt karena penurunan lebih dari 8%./Herman Zakharia)

Di sisi lain, investor asing melepas saham Rp 12,34 triliun selama sepekan. Aksi jual saham oleh investor asing pada pekan ini lebih besar dari pekan lalu yang mencapai Rp 807,68 miliar.

Dari 11 sektor saham, mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham energi turun 1,17%, sektor saham industri terperosok 2,3%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,45%, dan sektor saham perawatan kesehatan turun 2,2%.

Sektor saham keuangan terpangkas 1,16%, sektor saham properti dan real estate susut 1,96%, sektor saham teknologi tergelincir 0,87%.

Di sisi lain, sektor saham basic materials bertambah 0,79%, sektor saham consumer siklikal naik 0,02%, sektor saham infrastruktur melemah 3,87% dan sektor saham transportasi dan logistic melompat 4,69%.



error: Content is protected !!