Aplikasi Apple Music Disebut bakal Gratis untuk Jegal Spotify

Bocoran dari kode aplikasi Apple Music mengindikasikan bahwa Apple sedang menyiapkan layanan gratis.

PerbesarApple Music (Doc: Apple)

, Jakarta – Selama lebih dari satu dekade, Apple Music dikenal sebagai platform eksklusif yang “mengharamkan” layanan gratis. Sejak meluncur pada 2015, pengguna wajib merogoh kocek jika ingin menikmati jutaan lagu di dalamnya. Namun, dogma tersebut tampaknya mulai goyah.

Bocoran terbaru dari kode aplikasi Apple Music mengindikasikan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sedang menyiapkan kejutan besar, sebuah opsi layanan gratis dengan iklan.

Sinyal perubahan haluan ini pertama kali diendus oleh Aaron Perris, seorang analis dari MacRumors. Ia menemukan rangkaian baris kode mencurigakan dalam pembaruan Apple Music versi Beta.

Di dalamnya, sebagaimana dikutip dari BGR, Jumat (5/6/2026), tertulis pesan peringatan seperti “premium access required” (diperlukan akses premium) dan “can’t skip any more tracks” (tidak dapat melewati lagu lagi).

Kombinasi kedua pesan ini memicu spekulasi kuat di kalangan pengamat teknologi. Apple diduga tengah merancang ruang bagi pengguna non-berlangganan.

Opsi lainnya, Apple mungkin tidak merilisnya secara cuma-cuma, melainkan meluncurkan paket dengan harga jauh lebih murah daripada paket standar saat ini.

Menariknya, kode ini justru ditemukan pada aplikasi Apple Music versi Android. Meski begitu, sejumlah pakar meyakini jika fitur ini benar-benar dirilis, Apple dipastikan akan menggelontorkannya secara serentak, baik untuk pengguna iOS maupun Android.

Ambisi Mengejar Spotify vs Idealisme Apple

Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis Apple untuk mendongkrak jumlah pengguna. Berdasarkan laporan Midia Research pada 2025, pangsa pasar pelanggan Apple Music masih tertinggal jauh di belakang sang rival utama, Spotify.

Spotify sendiri sukses menjaring ratusan juta pengguna aktif berkat dualisme layanannya: gratis dengan iklan, atau berbayar tanpa gangguan.

Meski menjanjikan lonjakan angka pengguna, rencana ini ibarat buah simalakama bagi Apple. Kebijakan menyediakan layanan gratis dinilai menabrak prinsip ideologis yang selama ini mereka agungkan.

“Musik adalah karya seni, dan karya seni tidak seharusnya digratiskan.”

Pernyataan tersebut berulang kali digaungkan oleh jajaran petinggi Apple. Bahkan baru-baru ini, pada April 2026, Oliver Schusser selaku VP Apple Music & International Content menegaskan kembali sikapnya kepada Billboard.

Schusser menyatakan dengan gamblang Apple Music tidak butuh embel-embel “gratisan” untuk memikat pendengar. Menurutnya, model bisnis gratis dengan iklan justru merugikan para musisi dan pencipta lagu akibat rendahnya nilai royalti streaming yang diterima.

Masih Menjadi Teka-Teki

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan fitur ini akan dilempar ke pasar, atau apakah Apple justru akan membatalkan proyek ini di tengah jalan mengingat penolakan internal yang cukup keras.

Satu hal yang pasti, jika Apple benar-benar meluncurkan paket gratis atau murah, peta persaingan industri music streaming global dipastikan akan terguncang hebat.

Apakah Apple akan memilih tunduk pada tuntutan pasar demi angka, atau tetap bertahan pada idealismenya membela hak finansial para musisi? Waktu yang akan menjawab.