Lebanon dan Israel juga sepakat melanjutkan sejumlah negosiasi lainnya.
PerbesarOrang-orang berkumpul di pintu masuk Rumah Sakit Jabal Amel yang rusak, setelah serangan udara Israel pada Senin (1/6) yang menghantam gedung di dekatnya, di kota pelabuhan selatan Tyre, Lebanon, Selasa 2 Juni 2026. (AP Photo/Mohammed Zaatari)
, Beirut – Lebanon dan Israel mencapai kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata setelah melalui perundingan di Washington, Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama yang dirilis Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (3/6/2026).
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa gencatan senjata akan berlaku dengan syarat milisi Hizbullah yang didukung Iran menghentikan seluruh serangan terhadap Israel dan menarik seluruh anggotanya dari wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon.
Kesepakatan ini menjadi upaya terbaru untuk meredakan konflik yang terus berlangsung di perbatasan kedua negara. Meski Lebanon dan Israel sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata pada bulan lalu, bentrokan dan aksi saling serang masih terus terjadi, dikutip dari laman NBC, Kamis (4/6).
Israel melancarkan operasi militer ke Lebanon pada Maret lalu dengan tujuan memburu kelompok Hizbullah. Operasi tersebut dilakukan setelah Hizbullah meningkatkan serangan lintas perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Sementara itu, Iran sebelumnya menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun untuk mengakhiri konflik yang melibatkan AS dan Israel sejak akhir Februari apabila gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.
Selain menyepakati penghentian sementara permusuhan, Lebanon dan Israel juga sepakat melanjutkan negosiasi langsung guna membangun kepercayaan serta menyelesaikan sejumlah isu yang masih menjadi sengketa di antara kedua negara.
