SINI Gelar Rights Issue Rp 3,6 Triliun

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana melakukan aksi penerbitan saham baru melalui skema rights issue dengan nilai mencapai Rp 3,60 triliun.  PT Kreasi Jasa Persada (KJP) memutuskan untuk mengalihkan seluruh hak miliknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO).

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/6/2026), SINI akan menerbitkan sebanyak 721,5 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham. Harga ini tercatat jauh lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham SINI pada perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 12.000.

Sejumlah pemegang saham pengendali juga telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan sebagian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), dengan total nilai sedikitnya Rp 900 miliar.

Berdasarkan Surat Pernyataan Pemegang Saham SINI tertanggal 2 Juni 2026pelaksanaan dan pengalihan HMETD, PT Autum Prima Indonesia (API), Batubara Development Pte. Ltd., serta Hapsoro sebagai pemegang saham pengendali menyatakan akan mengeksekusi sebagian hak HMETD masing-masing.

API tercatat menggenggam 144,3 juta saham atau setara 30,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sementara itu, BBD memiliki 78,03 juta saham atau 15,49%, dan Hapsoro menguasai 43,29 juta saham atau 9,00%.

Secara kolektif, ketiga pemegang saham pengendali tersebut akan melaksanakan sedikitnya 180 juta HMETD dalam PMHMETD I dengan nilai mencapai Rp 900 miliar.

Prajogo Pangestu Masuk

PerbesarPekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Di sisi lain, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang memiliki 94,94 juta saham atau setara 19,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh SINI memutuskan untuk mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO), perusahaan yang berada di bawah kendali Prajogo Pangestu. Total HMETD yang dialihkan mencapai 142,41 juta dengan nilai sekitar Rp 712,05 miIiar.

Sementara itu, PTRO menyatakan akan mengeksekusi seluruh HMETD yang menjadi bagiannya dalam PMHMETD I, yakni maksimal 1,818 juta HMETD. Selain itu, PTRO juga bersedia menyerap seluruh HMETD yang dialihkan oleh KJP sebanyak maksimal 142,41 juta HMETD.

Dengan demikian, total HMETD yang berpotensi diambil PTRO mencapai 144,228 juta HMETD, yang terdiri dari hak milik sendiri serta hasil pengalihan dari KJP. Saat ini, PTRO tercatat memiliki 1,212 juta saham atau setara 0,252% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

PTRO juga bertindak sebagai pembeli siaga untuk sisa saham SINI dengan nilai target mencapai Rp 580,9 miliar. Dengan posisi tersebut, PTRO berpotensi menjadi pihak yang menyerap saham yang tidak diambil pemegang HMETD maupun yang tidak terserap dalam proses penjatahan tambahan saham.



error: Content is protected !!