beritalokal.my.id, Jakarta – PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 115,98 miliar. Dividen yang akan dibagikan itu setara Rp 52 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (3/6/2026), PT Malindo Feedmill Tbk membagikan dividen sesuai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Mei 2026. Pembagian dividen itu juga mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 395,10 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2,05 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 2,87 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:
Tanggal efektif pada 29 Juni 2026
Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026
Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026
Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2026
Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 10 Juni 2026
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 9 Juni 2026, waktu 16:00
Tanggal pembayaran dividen pada 29 Juni 2026
Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 2 Juni 2026, harga saham MAIN melemah 2,41% menjadi Rp 810 per saham. Saham MAIN dibuka stagnan di posisi Rp 830 per saham. Saham MAIN berada di level tertinggi Rp 830 dan terendah Rp 805 per saham. Total frekuensi perdagangan 615 kali dengan volume perdagangan saham 16.995 saham. Nilai transaksi Rp 1,4 miliar.
Penutupan IHSG pada 2 Juni 2026
PerbesarSebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan usai libur panjang, pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun dan sektor saham transportasi pimpin koreksi.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,11% menjadi 6.195,42. Indeks LQ45 bertambah 1,33% menjadi 619,27. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup naik 1,1% yang didorong sektor saham energi dan perbankan. “Dari sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga menguat hari ini, kemudian dari global investor masih mencermati perkembangan Amerika Serikat-Iran yang masih dalam tahapan negosiasi, lalu nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat,” kata dia saat dihubungi beritalokal.my.id.
Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.264,26 dan level terendah 6.143,62. Sebanyak 281 saham menguat sehingga menahan kenaikan IHSG. 389 saham melemah dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.572.956 kali dengan volume perdagangan saham 31,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.817.
Sektor Saham
PerbesarPejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Dari 11 sektor saham, empat sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,61%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 1,32%, sektor saham keuangan bertambah 0,27% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,64%.
Selain itu, sektor saham transportasi tergelincir 3,33%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 0,64%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,25%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,09%.
Kemudian sektor saham kesehatan turun 2,26%, sektor saham properti merosot 1,04%, sektor saham teknologi susut 1,08%.
Usai libur panjang, saham OASA melemah 0,57% menjadi Rp 350 per saham. Saham OASA dibuka turun dua poin menjadi Rp 350 per saham. Harga saham OASA berada di level tertinggi Rp 372 dan terendah Rp 344 per saham. Saham OASA berada di level tertinggi Rp 372 dan terendah Rp 344 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.536 kali dengan volume perdagangan 360.548 saham. Nilai transaksi Rp 12,8 miliar.
Harga saham ERAA ditutup naik 1,07% menjadi Rp 378 per saham. Harga saham ERAA dibuka bertambah menjadi Rp 380 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 374 per saham. Saham ERAA berada di level tertinggi Rp 384 dan terendah Rp 378 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.919 kali dengan volume perdagangan saham 237.427 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9 miliar.
Harga saham UNVR terpangkas 2,63% menjadi Rp 1.665 per saham. Saham UNVR dibuka stagnan di Rp 1.710 per saham. Harga saham UNVR berada di level tertinggi Rp 1.710 dan terendah Rp 1.635 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.526 kali dengan volume perdagangan saham 339.312 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 56,4 miliar.
