beritalokal.my.id, Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 745,7 miliar. Dividen yang akan dibagikan perseroan setara Rp 170 per saham.
Perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Mei 2026. Dividen yang dibagikan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 461,89 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2,6 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 5,98 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 26 Mei 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai 10 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 11 Juni 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 10 Juni 2026, waktu: 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 25 Juni 2026
Pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, harga saham MPMX naik 5,31 persen menjadi Rp 1.090 per saham. Saham MPMX dibuka stagnan di Rp 1.035 per saham. Harga saham MPMX berada di level tertinggi Rp 1.100 dan terendah Rp 1.015 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.756 kali dengan volume perdagangan saham 360.223 saham. Nilai transaksi Rp 38,6 miliar.
Selain mengumumkan dividen, perseroan juga akan mengalihkan saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri.
Pengalihan Saham Treasuri
PerbesarLayar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Perseroan mencatat jumlah keseluruhan saham hasil pembelian kembali saham periode 2017 sejumlah 123.855.100 saham dengan rata-rata harga pembelian saham treasuri Rp 924,45 per saham.
Perseroan telah mengalihkan sebagian dari saham treasuri dengan cara pelaksanaan program insentif jangka panjang yang sebelumnya telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2019, serta melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan yang juga telah mendapatkan persetujuan RUPST pada 27 Mei 2025. Berikut saham treasuri perseroan:
- Sisa jumlah saham treasuri perseroan per 31 Desember 2025 sejumlah 7.139.585 saham.
- Pada Maret 2026 terdapat pelaksanaan distribusi Program Insentif Jangka Panjang (LTI) sejumlah 6.318.900 saham. Dengan demikian, jumlah saham treasuri perseroan per 31 Maret 2026 sejumlah 820.685 saham.
- Perseroan menyebutkan pada 4 Mei 2026 telah dilakukan kembali pelaksanaan distribusi LTI sebanyak 479.700 saham. Dengan demikian, setelah dilakukannya distribusi LTI itu, sisa saham treasuri perseroan adalah 340.985 saham.
“Sehubungan dengan hal itu, perseroan juga berencana untuk melakukan pengalihan atas seluruh sisa saham treasuri yang masih dimiliki oleh perseroan melalui penjualan di BEI, sesuai dengan ketentuan dalam POJK Nomor 29/2023,” demikian seperti dikutip.
Seiring hal itu, setelah seluruh saham treasuri dialihkan, saham treasuri perseroan akan habis seluruhnya.
Perseroan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas untuk melakukan aksi korporasi itu. Penjualan saham treasuri akan dilaksanakan segera setelah terpenuhinya ketentuan jangka waktu lima hari kerja sejak Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi hingga selesai.
“Diharapkan dalam jangka waktu paling lama 30 hari kalender, seluruh saham treasuri tersebut telah terjual,” demikian seperti dikutip.
Adapun pengalihan akan dilakukan pada harga yang sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 29/2023.
