[BeritaLokal], Jakarta – Dua perusahaan emiten yang bergerak di sektor industri strategis, PT Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk (AMIN) dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), telah mengumumkan rencana pembagian dividen tahun buku 2025, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kinerja keuangan dan stabilitas bisnis mereka. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Juni 2026, yang menandai tahap penting dalam siklus keuangan perusahaan dan memberi tanda bahwa manajemen telah menilai laba bersih dan cadangan ekuitas cukup kuat untuk membagikan bagian dari hasil operasional kepada pemegang saham.
PT AMIN, yang bergerak di sektor manufaktur mesin dan peralatan industri, akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 10,80 miliar untuk tahun buku 2025, yang setara dengan Rp 10 per saham. Keputusan ini didasarkan pada data keuangan per 31 Desember 2025, di mana laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 25,16 miliar, dan saldo laba ditahan tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 85,13 miliar. Total ekuitas perusahaan mencapai Rp 196,90 miliar, menunjukkan fondasi keuangan yang kuat dan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan keuangan.
Jadwal pembagian dividen AMIN telah disusun secara terstruktur: efektif mulai 5 Juni 2026, dengan tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 Juni, serta tanggal ex dividen pada 17 Juni. Pembayaran tunai akan dilakukan pada 8 Juli 2026, setelah proses daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai selesai pada 18 Juni 2026 pukul 16.15.
Sementara itu, PT KIJA, yang menjadi salah satu pusat industri terkemuka di Jababeka, mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 42,31 miliar, atau Rp 2,0349 per saham. Perusahaan ini mempertimbangkan laba bersih sebesar Rp 423,19 miliar, saldo laba ditahan tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2,93 triliun, dan total ekuitas mencapai Rp 8,14 triliun. Ini menunjukkan bahwa KIJA tidak hanya mempertahankan kekuatan keuangan, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan manfaat langsung kepada pemegang saham.
Jadwal pembagian dividen KIJA juga terstruktur dengan jelas: efektif pada 5 Juni 2026, cum dividen di pasar pada 15 Juni, ex dividen pada 17 Juni, dan pembayaran tunai pada 9 Juli 2026. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai akan ditutup pada 18 Juni 2026 pukul 16.00.
Dalam konteks pasar saham, penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 10 Juni 2026 menunjukkan tren positif, dengan IHSG mencatat kenaikan 7,57% menjadi 5.746,64. Sementara itu, volume transaksi harian mencapai Rp 27,8 triliun, dengan total frekuensi perdagangan mencapai 2,7 juta kali. Sektor keuangan melonjak 7,14%, energi naik 9,2%, dan infrastruktur serta transportasi tumbuh sebesar 7,37% dan 7,38% masing-masing. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap sektor-sektor strategis, termasuk industri manufaktur dan industri besar seperti AMIN dan KIJA.
Pembagian dividen bukan hanya indikator kinerja keuangan, tetapi juga refleksi dari kebijakan manajemen yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dan kesejahteraan pemegang saham. Dengan data keuangan yang kuat dan jadwal yang teratur, kedua perusahaan ini menunjukkan bahwa mereka berada di jalur yang stabil dan berkelanjutan.