Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 2 Juni 2026

beritalokal.my.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.889. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah tipis 0,05% ke 6.217 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026. Selain itu, pada timeframe weekly, IHSG tergelincir 0,56% dengan volume penjualan yang cenderung mengecil.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Pada pekan ini, Herditya mengatakan, IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support 6.071 dan level resistance 6.262. Untuk sentimennya antara lain rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) dan data pekerjaan Amerika Serikat (AS). Selain itu, rilis data inflasi Indonesia dan investor akan mencermati gencatan senjata yang berlaku selama 60 hari.

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistane 5.880-6.220.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Buy on Weakness

Saham DEWA menguat 1,21% ke 334 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 282-330

Target Price: 384, 412

Stoploss: below 270

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

PerbesarLayar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

2.PT United Tractors Tbk (UNTR) – Trading Buy

Saham UNTR terkoreksi 3,68% ke 22,925 tetapi muncul adanya volume pembelian. “Saat ini, posisi UNTR kami perkirakan berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C],” tutur Herditya.

Trading Buy: 22.575-22.925

Target Price: 24.225, 25.250

Stoploss: below 22.300

 

3.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Buy on Weakness

Saham UNVR bergerak terkoreksi 2,84% ke 1.710 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi pergerakannya tertahan oleh MA20. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Buy on Weakness: 1.540-1.670

Target Price: 1.805, 2.000

Stoploss: below 1.485

 

4.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Sell on Strength

Saham NCKL menguat 5,33% ke 890 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi NCKL saat ini berada pada bagian akhir dari wave [iv] dari wave C.

“Hal tersebut berarti, penguatan NCKL akan cenderung terbatas dan rawan koreksi untuk membentuk wave [v] ke rentang 745-760 sekaligus menutup area gap,” ujar dia.

Sell on Strength: 905-945

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 29 Mei 2026

PerbesarLayar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tipis pada perdagangan saham Jumat, (29/5/2926). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 50,1 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup melemah tipis 0,05% menjadi 6.127,38. Indeks saham LQ45 merosot 1,49% menjadi 611,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG hari ini cenderung volatile, di mana dapat cermati bersama pada pre-opening sempat berada di zona merah dan sepanjang hari menghijau lalu ditutup terkoreksi tipis.

“Hal ini seperti yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini, di mana pergerakan IHSG masih cukup berat dan rawan terkoreksi. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi secara mayoritas mencatatkan penguatan pada saat rebalancing MSCI dan tekanan datang dari emiten perbankan big caps,” ujar Herditya saat dihubungi beritalokal.my.id.

 

Sektor Saham

PerbesarPengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.230,50 dan level terendah 6.111,97. Sebanyak 409 saham melemah sehingga bebani IHSG. 271 saham menguat dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.377.153 kali dengan volume perdagangan saham 47,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 50,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.870.

Di tengah koreksi IHSG, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 2,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,65% dan sektor saham energi meroket 1,95%. Lalu sektor saham industri bertambah 0,31%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,17% dan sektor saham transportasi bertambah 0,77%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,64%, sektor saham kesehatan susut 1,49%, sektor saham keuangan terperosok 1,04%. Lalu sektor saham properti turun 1,09%, sektor saham teknologi melemah 0,63%.

Jelang akhir pekan ini, saham BMRI turun 1,21% menjadi Rp 4.080 per saham. Harga saham BMRI dibuka turun 10 poin menjadi Rp 4.120 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.130 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.190 dan terendah Rp 4.080 per saham. Total frekuensi perdagangan 38.176 kali dengan volume perdagangan saham 5.056.176 saham. Nilai transaksi Rp 2,1 triliun.



error: Content is protected !!