Pakistan Tolak Kompromi soal Israel: Kemerdekaan Palestina Harga Mati

BeritaLokal, Islamabad – Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti kebijakan yang konsisten terkait Palestina dan Gaza, meski ada upaya mediasi dari Amerika Serikat (AS) untuk mencari kompromi dalam isu Abraham Accords. Keterlibatan Islamabad dalam perundingan antara Israel dan Iran menempatkan pihak-pihak tersebut di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Dar menyampaikan bahwa Pakistan tidak akan memperluas kebijakan terhadap Israel, selama Palestina belum diakui sebagai negara merdeka berdasarkan batas sebelum 1967. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina harus diraih melalui proses yang sah dan tidak bisa dicapai dengan cara “kompromi” atau perjanjian sementara. “Sampai Palestina diakui sebagai negara merdeka, Pakistan tetap berkomitmen pada kebijakan konsisten,” kata Dar dalam sebuah wawancara dengan media di kedutaan besar Islamabad.

Pertemuan antara Menlu AS Marco Rubio dan Dar dilakukan di Washington DC. Rubio mengucapkan terima kasih atas kontribusi Pakistan dalam mediasi akhir perang Iran, sementara Dar menekankan pentingnya kemitraan bilateral yang bermakna untuk keamanan dan kemakmuran bersama. “Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi, budaya, serta kontra-terorisme,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan apresiasi terhadap perkembangan positif hubungan bilateral dengan AS selama satu tahun terakhir. Mereka mengusulkan peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, keamanan, dan kemitraan kontra-terorisme. “Kegiatan mediasi dan upaya diplomatik Pakistan telah memberikan kontribusi signifikan untuk menyelesaikan konflik,” kata sumber tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah terus membesar setelah AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran balas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan lanjutan gagal mencapai kesepakatan permanen. Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.

Pada Jumat, Trump mengumumkan akan bertemu para pejabat untuk membuat keputusan akhir terkait proposal yang melibatkan komitmen Iran untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski menunda persetujuan akhir, Trump tetap memperkuat upaya mendamaikan situasi di Timur Tengah.

Artikel Terkait

0