Studi: Hati Burung Merpati Diduga Berperan dalam Kemampuan Navigasi

beritalokal.my.id, Berlin – Kemampuan burung merpati menemukan jalan pulang kemungkinan melibatkan organ hati, bukan hanya mata atau telinga seperti yang selama ini diperkirakan para ilmuwan.

Temuan tersebut berasal dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science dan dipimpin oleh tim peneliti dari Jerman untuk mengungkap mekanisme navigasi burung yang telah menjadi perdebatan ilmiah selama puluhan tahun.

Dilansir WTOP News pada Sabtu (30/5/2026), para peneliti menemukan sinyal magnetik yang kuat pada sel imun khusus di hati burung merpati.

Sel-sel tersebut berfungsi memecah sel darah merah yang sudah tua sekaligus menyimpan zat besi. Para ilmuwan menduga kandungan zat besi itu berperan dalam membantu burung mendeteksi medan magnet Bumi.

Dalam penelitian tersebut, ketika sel-sel hati yang kaya zat besi itu untuk sementara dihilangkan, burung merpati mengalami kesulitan menemukan jalan pulang setelah dilepaskan terbang.

Peneliti dari Universitas Bonn, Christian Kurts, mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa sel-sel khusus di hati kemungkinan menjadi bagian penting dari sistem navigasi magnetik burung.

Selama ini, kemampuan merasakan medan magnet Bumi atau magnetoresepsi diyakini berada di mata, paruh, atau telinga bagian dalam burung.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa merpati tidak hanya mengandalkan medan magnet untuk bernavigasi. Burung tersebut juga menggunakan petunjuk lain, seperti posisi matahari dan kondisi lingkungan sekitar, terutama saat cuaca cerah.

Sejumlah ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian menyebut temuan tersebut menarik dan berpotensi membuka pemahaman baru mengenai navigasi hewan.

Namun, mereka menilai penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menjelaskan bagaimana sinyal magnetik yang terdeteksi di hati dapat diteruskan ke otak dan digunakan dalam proses menentukan arah.

Para peneliti juga menduga mekanisme serupa mungkin ditemukan pada hewan lain yang memiliki kemampuan navigasi alami, termasuk beberapa spesies mamalia seperti tikus.

Temuan ini dinilai dapat membantu ilmuwan memahami lebih jauh cara hewan memanfaatkan medan magnet Bumi untuk berpindah dan bertahan hidup di alam liar.



error: Content is protected !!