BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperkuat prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5% pada 2026, menunjukkan bahwa angka ini lebih tinggi dari proyeksi global yang diprediksi mencapai 3% dalam periode sama. Laporan IMF menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan dari estimasi sebelumnya, meski terdapat dampak dari konflik di Selat Hormuz.
Selain itu, proyeksi ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) diprediksi tumbuh 4,1% pada 2026, dengan pertumbuhan ekonomi ASEAN naik menjadi 4,3% pada 2027. Pertumbuhan global di dunia justru melambat sebesar 3%, dari 3,5% tahun lalu, meski IMF menilai perekonomian akan pulih hingga 3,4% pada 2027. Gangguan energi akibat Perang Iran memperkuat tekanan inflasi, namun investasi AI dan teknologi lainnya membantu mencegah dampak terberat.
Harga minyak dunia melonjak hampir 32% pada 2026, seiring dengan kenaikan harga konsumen global sebesar 4,7%. Perekonomian Amerika Serikat diprediksi tumbuh 2,3%, tetap tidak berubah dari estimasi April 2026. Pemotongan pajak Presiden Trump dan peningkatan produktivitas menjadi penggerak utama ekonomi AS. Di sisi lain, negara-negara Eropa yang terpukul harga energi hanya mampu tumbuh 0,9% pada 2026, turun dari 1,4% pada 2025.
Indonesia mendapat manfaat dari cadangan minyak dan produksi minyak di luar Teluk Persia yang meningkat. Pemerintah juga mendorong pengembangan teknologi tinggi untuk menyeimbangkan dampak inflasi. Meski terdapat perbedaan antara negara-negara besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas rata-rata global, memperkuat kepercayaan bahwa perekonomian Indonesia akan menciptakan keseimbangan antara stabilitas dan dinamika pasar.
Dengan prediksi ini, IMF menggambarkan bahwa meski tantangan ekonomi dunia masih terbatas, Indonesia memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil hingga 2027.
Artikel Terkait
Properti Cikarang Makin Prospektif
9 Juli 2026
Rupiah tekanan tinggi, penyebabnya termasuk inflasi dan harga minyak dunia
9 Juli 2026
Bitcoin Turun ke US$ 60k, Pasar Kripto Berpanik
9 Juli 2026
Prediksi Penjualan Eceran Stabil di Juni 2026, Dukung oleh Libur Sekolah
9 Juli 2026
Fed Terbelah Soal Suku Bunga: Inflasi Berpotensi Reda
9 Juli 2026
Trump Ancam Bombar Iran, Harga Minyak Melonjak
9 Juli 2026
IPO di BEI Berlanjut, Investor Kepercayaan Tinggi
8 Juli 2026
Bank Indonesia Fokus Peningkatan UMKM Dengan Program Kemitraan
8 Juli 2026
Memuat komentar...