BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pembatasan laba Samsung Electronics seiring permintaan global untuk chip memori kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat. Proyeksi laba perusahaan mencapai 89,4 triliun won atau US$ 58,4 miliar pada kuartal April-Juni 2026, menandai rekor operasional ketiga kali berturut-turut. Kenaikan ini dipengaruhi oleh gelombang permintaan chip AI yang memicu kenaikan harga dan pasokan terbatas.
Selain data dari BBC, perusahaan Korea Selatan mengungkapkan prediksi laba sebelum laporan resmi yang lebih rinci. Analis menyebutkan bahwa kontribusi AI dari pasar semikonduktor telah memperkuat keuntungan Samsung, dengan penjualan selama kuartal mencapai 171 triliun won-dari dua kali lipat periode sama tahun lalu. Perusahaan menekankan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI dan pusat data melampaui pasokan yang ketat, menyebabkan kenaikan harga chip memori.
Pemangku kepentingan IDC mengungkapkan bahwa permintaan semikonduktor untuk pusat data AI berbeda dari sebelumnya, dengan pasokan terbatas hingga tahun depan. Samsung, salah satu produsen utama di dunia, menjadi pionir dalam memproduksi chip untuk perusahaan seperti Nvidia dan Google. Kenaikan harga chip ini telah mengangkat nilai saham Samsung sebesar 80% pada 2026, sementara pesaing Hynix melonjak lebih dari 200%.
Sementara itu, analis Counterpoint Research Marc Einstein menekankan bahwa kinerja laba Samsung mendekati rekor teknologi yang dicetak Nvidia di awal tahun ini. “Ini semua berkaitan dengan booming AI karena perusahaan memori menikmati gelombang pasar yang didorong oleh pasokan terbatas dan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya. Pasokan ketat ini juga berdampak pada harga chip, membuat Samsung harus meningkatkan harga untuk menjaga keuntungan.
Pasar semikonduktor terus menunjukkan tren kuat, dengan saham Samsung turun 8% di Seoul karena investor memperkirakan laba lebih tinggi. Meski demikian, kinerja perusahaan tetap menggerakkan indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi, yang naik lebih dari 80%. Dengan kenaikan laba dan pasokan terbatas, Samsung diharapkan tetap menjadi pionir dalam industri teknologi AI.
Artikel Terkait
Korea Selatan Fokus Investasi Nasional dengan Dana Futuristik
6 Juli 2026
PTPN III Capai Laba Rp6,39 Triliun, Pertumbuhan 81% di Tahun 2025
3 Juli 2026PME Capai Laba Rp13,32 Miliar Tahun Buku 2025
2 Juli 2026
BUMN 2025: Pertamina dan BRI Tumbuh Signifikan
2 Juli 2026
Apple Minta Izin Gunakan Chip Memori Cina di Blacklist AS
30 Juni 2026
Harga RAM dan SSD Diprediksi Bakal Makin Mahal, Lenovo Sebut Ini ‘New Normal’
27 Juni 2026
Prabowo Undang Jerman Investasi Kendaraan Listrik hingga Semikonduktor
15 Juni 2026Penjualan dan Laba ENRG Kompak Naik hingga Maret 2026
11 Juni 2026
Memuat komentar...