BeritaLokal, Jakarta – Harga XRP kembali menjadi fokus perhatian komunitas kripto setelah seorang pengguna media sosial memprediksi gelombang jutawan baru akan muncul dalam waktu dekat. Prediksi tersebut menimbulkan debat saling antara optimis dan skeptis, meski tekanan yang selama ini menghambat harga XRP terus bergerak menuju titik krusial.
Selain itu, analisis pasar menunjukkan bahwa XRP memulai Juni 2026 di level US$ 1,30 per token, tetapi sepanjang bulan terus mengalami tekanan yang membuat harga turun hingga mencapai US$ 1,04. Penurunan ini menyebabkan XRP menjadi harga terendah sejak akhir 2024, meskipun masih bertahan di atas batas psikologis US$ 1. Kebanyakan investor memperkirakan tekanan pasar yang tidak kunjung redup akan melibatkan faktor eksternal seperti kenaikan harga Bitcoin dan aliran dana ke ETF berbasis XRP.
Pengguna media sosial Mira (@Mira01068) menjadi pionir prediksi ini, mengunggah video yang menunjukkan pergerakan harga XRP sekaligus memicu diskusi di kalangan investor kripto. Menurutnya, tekanan yang terus muncul akan segera terlepas dan menyebabkan lonjakan besar bagi pasar. Namun, beberapa pengguna media sosial menilai prediksi tersebut terlalu berlebihan, sementara lainnya berharap XRP bisa menciptakan reli harga dalam waktu dekat.
Kondisi ini memicu perdebatan di kalangan komunitas kripto. Sebagian anggota menganggap bahwa informasi yang diberikan oleh Mira merupakan disinformasi berbayar, dengan menyarankan investor untuk menjumpai XRP sebagai teknologi perangkat lunak bukan sekadar mata uang digital. Sementara itu, sejumlah pengguna tetap optimistis, bahkan ada yang bercanda bahwa prediksi tersebut hanya bisa menjadi kenyataan setelah puluhan tahun.
Di sisi lain, XRP saat ini berada di titik krusial. Level US$ 1 masih menjadi area pertahanan utama, sedangkan US$ 1,30 menjadi level resistensi yang perlu ditembus agar aset digital tersebut keluar dari tren penurunan yang telah berlangsung sejak Juli 2025. Data pasar menunjukkan aliran dana ke ETF berbasis XRP meningkat dan jumlah XRP yang tersimpan di bursa terus berkurang, mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor.
Kondisi ini memperkuat tekanan dari pasar, sementara komunitas kripto masih terbelah antara optimis dan skeptis. Dalam situasi seperti ini, perlu waktu untuk menilai tren yang ada dan mengambil keputusan strategis. XRP, sebagai aset digital yang berbasis Ripple, tetap membutuhkan pemahaman mendalam tentang teknologi dan dinamika pasar agar bisa mencapai potensi pertumbuhan yang diharapkan.
Artikel Terkait
Bank Jerman Tawarkan Kripto untuk 50 Juta Pelanggan
6 Juli 2026
Harga Kripto Melesat di Jakarta: Bitcoin dan Ethereum Naik
6 Juli 2026
Tambang BitCoin Ilegal Rusia Dibongkar, Rugi Ratusan Juta
4 Juli 2026
Indonesia Masuk Jajaran 10 Besar Indeks Adopsi Kripto Global 2025
4 Juli 2026
Cardano: Kripto Melonjak Dua Digit di Pasar
4 Juli 2026
Trump Akui Tak Paham Earnings Crypto Rp 25 Triliun
4 Juli 2026
Tenev: Masa Depan Kripto Bergantung pada Aset Dunia Nyata
3 Juli 2026
Crypto: Strategi Opsi untuk Mengurangi Risiko Investasi
2 Juli 2026
Memuat komentar...