BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di DKI Jakarta melalui kerja sama OJK dengan Bank Jakarta. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Jakarta mendukung program Pedoman Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang menjadi salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati, mengatakan bahwa Bank Jakarta berperan penting dalam mendukung penguatan subsektor event dan iklan. “Kita sangat apresiasi dukungan Bank Jakarta sejak tahap awal penyusunan program,” ujarnya. Keterlibatan Bank Jakarta tidak hanya simbolis, tetapi sudah terjadi sejak rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) April 2026, pelaksanaan FGD Mei 2026, hingga tahapan praimplementasi Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menekankan bahwa kolaborasi antara OJK, Pemprov DKI, perbankan, BUMD, kementerian, dan komunitas menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ekonomi Jakarta. Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026, yang berlangsung dari 4-5 Juli 2026, tercatat menciptakan transaksi Rp 55 miliar, termasuk business matching pembiayaan dan ekspor UMKM. Melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi mencapai Rp 575 miliar.
Program PED juga menitikberatkan pada digitalisasi transaksi, inklusi keuangan, dan peningkatan daya saing ekonomi kreatif. Jakarta Kreatif Festival 2026 diharapkan menjadi gerbang terwujudnya visi Kota Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Kegiatan ini menegaskan komitmen semua elemen institusi DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi,” kata Iwan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menciptakan kesan positif terhadap industri jasa keuangan dan pelaku ekonomi kreatif. OJK menegaskan bahwa sinergi antara regulator, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan adalah fondasi untuk implementasi kerja sama berkelanjutan. Dengan kerja sama ini, Jakarta diharapkan dapat terus memperkuat peran sebagai pusat ekonomi global.
Artikel Terkait
Properti Cikarang Makin Prospektif
9 Juli 2026
Rupiah tekanan tinggi, penyebabnya termasuk inflasi dan harga minyak dunia
9 Juli 2026
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Kembangkan 5% pada 2026
9 Juli 2026
Bitcoin Turun ke US$ 60k, Pasar Kripto Berpanik
9 Juli 2026
Prediksi Penjualan Eceran Stabil di Juni 2026, Dukung oleh Libur Sekolah
9 Juli 2026
Fed Terbelah Soal Suku Bunga: Inflasi Berpotensi Reda
9 Juli 2026
Trump Ancam Bombar Iran, Harga Minyak Melonjak
9 Juli 2026
IPO di BEI Berlanjut, Investor Kepercayaan Tinggi
8 Juli 2026
Memuat komentar...