Harga Emas Pegadaian 2026: Galeri24, UBS & Antam Stabil Kompak

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas batangan dari Galeri24, UBS, dan Antam terus tetap stabil di Pegadaian pada Senin (6/7/2026) pukul 09.15 WIB. Tiga produk logam mulia ini dibanderol antara Rp 2,6 hingga Rp 2,7 juta per gram. Data dari Antara menunjukkan harga emas buatan Galeri24 dijual seharga Rp 2.648.000 per gram, UBS Rp 2.661.000, dan Antam Rp 2.777.000.

Kuantitas penjualan terbesar untuk emas Galeri24 mencakup 0,5 hingga 1.000 gram, sementara UBS dijual dari 0,5 hingga 500 gram, dan Antam tersedia hingga 100 gram. Harga emas dunia terus bergerak stabil, dengan kisaran harga batangan di Pegadaian mencerminkan dinamika global yang mempertahankan stabilitas nilai logam mulia.

Berikut daftar lengkap harga emas dari masing-masing produk:
Galeri24:, 0,5 gram: Rp 1.389.000, 1 gram: Rp 2.648.000, 2 gram: Rp 5.232.000, 5 gram: Rp 12.985.000, 10 gram: Rp 25.900.000, 25 gram: Rp 64.401.000, 50 gram: Rp 128.702.000, 100 gram: Rp 257.275.000, 250 gram: Rp 641.607.000, 500 gram: Rp 1.283.214.000, 1.000 gram: Rp 2.566.427.000

Antam:, 0,5 gram: Rp 1.441.000, 1 gram: Rp 2.777.000, 2 gram: Rp 5.492.000, 3 gram: Rp 8.211.000, 5 gram: Rp 13.650.000, 10 gram: Rp 27.243.000, 25 gram: Rp 67.977.000, 50 gram: Rp 135.871.000, 100 gram: Rp 271.661.000

UBS:, 0,5 gram: Rp 1.439.000, 1 gram: Rp 2.661.000, 2 gram: Rp 5.280.000, 5 gram: Rp 13.048.000, 10 gram: Rp 25.959.000, 25 gram: Rp 64.768.000, 50 gram: Rp 129.269.000, 100 gram: Rp 258.437.000, 250 gram: Rp 645.902.000, 500 gram: Rp 1.290.287.000

Sementara itu, Bank Sentral Global terus menambah cadangan emas sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi global. Pada Mei 2026, total pembelian emas oleh bank sentral mencapai 41 ton, dengan China menjadi pemain utama dengan pembelian sekitar 10 ton. Pergerakan harga emas terkoreksi akibat konflik Iran, tetapi analisis menunjukkan minat bank sentral terhadap logam mulia masih tinggi. WGC menyebutkan 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 45% berencana menambah kepemilikan emas institusi mereka.

Pembelian emas oleh bank sentral di luar Asia, seperti Singapura dan Rusia, juga mencatat kenaikkan. Sementara itu, beberapa negara di Amerika Latin mulai meningkatkan kepemilikan emas, dipimpin Chile dengan pembelian sekitar 8 ton sepanjang tahun. Perkembangan ini memperkuat posisi emas sebagai aset penting dalam kebijakan moneter global.

Artikel Terkait

0