Bitcoin: Aset Global untuk Kemandirian Keuangan

BeritaLokal, Jakarta – CEO MicroStrategy, Phong Le menyebutkan bahwa Bitcoin menjadi aset yang terkait langsung dengan uang Amerika Serikat. Hal ini ditunjukkan dari aksi beli saham preferen US$ 1 juta atau Rp 17,99 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990). Perusahaan yang memimpin strategi investasi kripto ini menggandengkan tindakan pribadi dan kebijakan jangka panjang untuk menempatkan Bitcoin sebagai fondasi keuangan global.

Selain itu, Phong Le menyebutkan bahwa Bitcoin merupakan representasi uang yang ditetapkan, dengan aturan transparan dan pasokan tetap yang tidak tergantung pada pemerintah. Menurutnya, aset ini melindungi kekayaan dari inflasi, tekanan politik, serta perubahan ekonomi yang tidak terduga. “Bitcoin adalah Amerika Serikat dalam hal uang,” kata Phong Le. Ia menekankan bahwa sistem Bitcoin memungkinkan individu untuk mengendalikan keuangan mereka sendiri, mirip dengan prinsip konstitusi Amerika Serikat yang menciptakan sistem berbasis aturan bukan kebijakan pribadi.

Pandangan ini terhubung dengan perjalanan keluarganya sebagai pengungsi dari Vietnam, yang membawa keyakinan bahwa kekuatan finansial harus dipegang oleh individu. Phong Le memprediksi bahwa Bitcoin bisa menjadi aset cadangan global dalam satu dekade, hal yang ia lakukan sebagai pemegang saham korporat terbesar dengan 818.334 BTC. Dalam pengajuan sekuritas pada 22 Juni, ia membeli 11.000 saham STRC melalui perwalian keluarganya, menunjukkan keberanian untuk mengambil risiko jangka panjang.

Perusahaan telah menaikkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, naik dari 9% pada debutnya pada Juli 2025. Perubahan ini telah menarik saham kembali mendekati nilai nominal, dengan Arkham menetapkan posisi Phong Le pada titik impas. Kebijakan ini penting karena STRC menjadi penopang tumpukan saham preferen yang bernilai lebih dari US$ 13 miliar.

Sementara itu, MicroStrategy baru-baru ini menguraikan kebijakan penjualan bitcoin baru yang mendanai dividen tersebut, dengan menjual sebagian kepemilikannya. Michael Saylor, pendiri Bitcoin, menjadi pelopor model perbendaharaan kripto pada 2020, mendorong bank-bank besar seperti Goldman Sachs dan Citi untuk mengenalkan Bitcoin sebagai aset utama. Namun, Bitwise mencatat kerugian kuartalan US$ 12,5 miliar karena harga bitcoin terus turun.

Kondisi pasar bearish Bitcoin masih memengaruhi titik impas MicroStrategy, yang saat ini menunjukkan arah keuangan yang sama dengan rekening pribadi Phong Le. Dengan strategi investasi jangka panjang dan pengelolaan aset kripto yang berkelanjutan, MicroStrategy berusaha memastikan bahwa Bitcoin tetap menjadi fondasi keuangan global yang stabil.

BeritaLokal, Jakarta, Perusahaan teknologi ini terus menggaransi keberlanjutan investasi kripto dengan memperkuat posisi investor dan menyesuaikan kebijakan finansial agar tidak terpengaruh oleh perubahan pasar. Meski tantangan terus berlarak, Phong Le tetap percaya bahwa Bitcoin adalah harapan masa depan dalam sistem ekonomi yang selalu berubah.

Artikel Terkait

0