BeritaLokal, Jakarta – Dalam sorotan terakhir, Aplikasi Bawaan Windows 11 Makan Banyak RAM, Microsoft Akhirnya Turun Tangan saat tim pengembangan Microsoft secara terbuka mengakui bahwa framework WinUI yang memegang kendali antarmuka utama masih belum teroptimasi. Keputusan ini muncul di tengah‑tengah berdurunya Microsoft Build 2026, sebuah konferensi teknologi yang digelar di San Francisco, di mana para pengembang secara langsung menanggapi keluhan ribuan pengguna tentang performa Windows 11 yang terasa berat dan lambat.
Wilayah penyebaran masalah ini cukup luas, terutama di kalangan pengguna yang menjalankan sistem operasi pada laptop dan PC desktop dengan spesifikasi rendah-dengan kombinasi proses latar belakang yang kompleks dan peluncuran banyak aplikasi bawaan. Seiring jangkauan kesaksian tambahan, Microsoft menegaskan bahwa rencana pembaruan besar akan segera diluncurkan untuk memusatkan kembali manajemen memori dan memperbaiki bug yang memperlambat sistem, termasuk pada File Explorer dan Start Menu yang sering menjadi titik respons utama bagi aktivitas harian pengguna.
Di balik fenomena ini, WinUI berperan sebagai jantung visualisasi sistem-menyediakan elemen dasar seperti jendela, tombol, dan komponen UI lainnya. Namun (dan ini penting), versi saat ini tidak memanfaatkan kemampuan komposit grafis modern secara efektif, sehingga setiap kali pengguna membuka atau menggeser antara aplikasi, Windows harus mengalokasikan lebih banyak memori untuk mengeksekusi renderer. Akibatnya, konsumen yang memiliki RAM 8GB hingga 16GB sering mengalami lag, terutama ketika mengaktifkan multiple penyebaran konten seperti live tiles atau notification center.
Penggunaan RAM Besar WinUI
Microsoft menegaskan bahwa akan mengintegrasikan system compositor ke WinUI, teknologi yang memungkinkan rendering berorientasi GPU, sehingga mengurangi tekanan memori CPU. Rencana ini juga mencakup refaktor kode UI utama, meminimalkan kebutuhan cache, dan memperkenalkan mekanisme penanggulangan memori lemah (memory thundering herd) pada saat aplikasi dibuka bersamaan. Sebelumnya, versi beta Windows 10 mendapat kritik serupa, namun kini perusahaan menunjukkan komitmen yang lebih kuat melalui skuad khusus “UI Optimization Team”.
Lag pada Laptop RAM Rendah
Terkait implementasi tersebut, saat ini Windows 11 seringkali menampilkan stutter hingga 0,3 detik ketika pengguna membuka File Explorer di laptop 13 inci dengan 8GB RAM. Pengguna yang terus menekan “Refresh” atau membuka folder dalam waktu singkat akan merasakan peningkatan latency yang signifikan. Microsoft menjelaskan bahwa rekomendasi sementara yang dapat diikuti adalah menutup aplikasi belakang yang tidak aktif dan membatasi suhu sistem, karena kelebihan panas juga berdampak pada throttling CPU dan penggunaan memori efisien.
Jenis update yang akan datang, diperkirakan akan dirilis pada lanjutan Build 2026 dan berlanjut ke dirilis RC 0.9. Rata‑rata interval pelatihan Windows 11 menunjukkan siklus pembaruan minor setiap enam bulan, sehingga meningkatkan harapan bahwa bottleneck RAM dapat diatasi sebelum pembuatan versi stabil berikutnya. Bagi ramai pengguna, nada sebenarnya adalah harapan bahwa Windows 11 tidak lagi menjadi sistem operasi “berkebutuhan tinggi”, malah, Microsoft berusaha malah menjadikannya lebih ringan dan responsif, bertentangan dengan pengalaman negatif semasa dilansir.
Narasi ini menandai fase baru dimana Microsoft menunjukkan pergeseran dari kebijakan “fitur‑first” ke “performance‑first”. Pengakuan publik antaramapannya melawan tekanan komunitas terbukti strategi yang lebih win‑win, memberi sinyal kepada pengembang pihak ketiga bahwa platform masih dapat menjadi wadah lebih efisien. Dengan menurunkan penggunaan RAM, produktivitas perusahaan berbasis Windows bisa meningkat, membuka peluang lagi bagi pelaku industri perangkat lunak yang ingin mengoptimalkan solusi berbasis Windows yang lebih ringan.
Artikel Terkait
RTX 4060 Berjalan di Windows 11 ARM, Performa Menakjubkan
22 Juli 2026
Microsoft Pikirkan Layanan AI Tanpa GPT, Fokus Kimi K3
21 Juli 2026
RAM Ponsel Membengkak Karena AI, Ini Penjelasannya
19 Juli 2026
Brand PC Kini Rebutan Stok RAM CXMT, Pesanan Penuh Hingga 2027
18 Juli 2026
Unified Memory: Keuntungan & Kekurangan dalam RAM Modern
12 Juli 2026
HP Murah Bakal Punah di Tahun 2027 karena Stok RAM Menipis
6 Juli 2026
Arkane Studios Dicopot, Marvel’s Blade Diuji oleh Rekonsiliasi Microsoft
2 Juli 2026
Kamera iPhone 18 Pro Makin Tebal untuk Fiturnya yang Lengkap
29 Juni 2026
Memuat komentar...