BeritaLokal, Jakarta – Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa Danantara Kawal Restrukturisasi Waskita hingga Perkuat Bisnis Tol akan menjadi arahan strategis utama dalam memanfaatkan potensi perusahaan jalan tol Indonesia. Pada hari Sabtu (18 Juli 2026), Oskaria menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membahas hal-hal krusial, mulai dari valuasi aset, struktur pembayaran piutang, sampai proyeksi arus kas, dengan tujuan memandu Waskita menjadi pemain kunci dalam jaringan tol nasional-sekali lagi menegaskan bahwa Waskita menjadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, “itu tidak apa‑apa asal dihitung dengan benar.”
Strategi Restrukturisasi Waskita
Waskita Karya, perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, telah lama menimbang perjalanannya di industri konstruksi publik. Namun, kesenjangan aset dan beban utang yang menumpuk menuntut perubahan paradigma. Oskaria bermaksud menyusun model bisnis tol yang lebih fokus, menyesuaikan struktur keuangan yang lebih kuat, serta memperbaiki tata kelola internal. Dalam pertemuan tersebut, ditekankan bahwa penguatan tol bukan sekadar agresi menambah unit-ia harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang dan kemampuan kewajiban yang berkelanjutan, sehingga Waskita bisa menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.
Sementara itu, BP BUMN menafsirkan klausul “perhitungan aset” dengan teliti, menyoroti bahwa rentang eksposur utang Waskita terhadap dompet tetap harus terjaga agar tidak mengganggu likuiditas. Oskaria menyatakan bahwa kepemimpinan Danantara akan mengawasi proses restrukturisasi hingga tahap akhir, memastikan transformasi tidak hanya meningkatkan jangka pendek tapi juga menggantikan kerangka bisnis yang berkelanjutan. Danantara secara khusus menegaskan bahwa proses ini akan berjalan berdampingan dengan restrukturisasi poin-poin kritis-seperti restrukturisasi hutang jangka panjang, pengelolaan proyek tol yang sedang berjalan, dan penyusunan proyeksi kas tiga‑tahun ke depan.
Rekrutmen SDM Fokus Modal
Di sisi sumber daya manusia, Oskaria membahas rencana rekrutmen di PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero), atau DSI. Konsep DSI adalah membangun tim khusus berfokus pada analisis dan persiapan struktur modal, serta penentuan model bisnis. Tim ini akan melakukan seleksi sekaligus pengembangan kompetensi pejabat tinggi Waskita yang akan memimpin unit tol. Dengan pendekatan ini, Waskita diharapkan menjadi perusahaan yang sehat, agili, berdaya saing, serta menghindari masalah serupa di masa depan. Seluruh proses rekrutmen menyesuaikan dengan standar profesionalisme demi memastikan koherensi dalam setiap fase restrukturisasi.
Untuk menyeimbangkan beban keuangan, Oskaria menyoroti penyesuaian struktur keuangan yang lebih solid-termasuk penguatan modal kerja serta penataan kembali pinjaman jangka panjang. Dalam hal ini, kepinjaman yang lebih tinggi di sektor usaha tol, yang menawarkan pendapatan jangka panjang, lebih menarik bagi investor pasar modal. Dengan memfokuskan arus kas yang dihasilkan tol, Waskita dapat menawarkan keamanan bagi kreditur dan memperluas jaringan pendanaan sehingga memperbesar likuiditas.
Manfaat Tol Jangka Panjang
Dinyatakan Oskaria, peran tol Waskita merupakan aliran pendapatan jangka panjang yang menjadikan tol pelopor dalam portofolio investasi perusahaan. Tol sebagaimana “manfaat jangka panjang” ini dapat menambah pendapatan praktis, memicu penguatan komitmen investor, dan menambah nilai saham. Selain itu, memajukan tol dapat memicu sinergi Selatan-toll memberikan akses aktif bagi proyek domestik, sekaligus memperbesar potensi mobilitas pengusaha bersruktur risk‑ridden. Kondisi tersebut, Oskaria tekankan, dapat menambah jumlah kapitalisasi perusahaan dan membuatnya lebih menarik bagi iplok.
Oskaria menegaskan proses restrukturisasi tidak hanya berhenti pada mengambil piutang besar‑besar dalam jangka pendek, melainkan harus dibangun menggunakan fondasi bisnis yang lebih sehat, membangun kembali riwayat keuangan (historical balance sheet) untuk bank, serta menumbuhkan nilai skor kredit sebagai kualitas kredibilitas. Perbaikan garis ini akan membuka pintu bagi peluang pendanaan pasar modal Indonesia, dan memungkinkan Waskita menambah modal bersih sambil memaksimalkan potensi tetua.
Sinergi Kebijakan Danantara
Sebagai kepala BP BUMN, Oskaria menganggap peran Danantara sangat penting untuk memigrasi strategi BUMN menjadi lebih berorientasi pada transparansi dan produktivitas. Dalam pertemuan, beliau menegaskan perlunya sinergi maksimal antara BP BUMN, Waskita, dan regulator pasar modal. Di bagian akhir rapat, Oskaria menambahkan bahwa semua langkah akan dimonitor “sebuah proses restrukturisasi yang menyeluruh” dan akan disiplin mendekati transformasi business model selaras dengan perkembangan ekonomi nasional.
Dengan kesatuan ini, strategi Danantara Kawal Restrukturisasi Waskita hingga Perkuat Bisnis Tol tidak hanya menjadi kebijakan perbankan politik, namun menjadi program berorientasi pada pemulihan industri, menjaga kualitas infrastruktur dan memajukan ekonomi. Proyek tol menjadi tulang punggung strategis, di mana keberhasilan infra mendukung pertumbuhan nasional. Sehubungan tersebut, pernyataan Oskaria bahwa “Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa‑apa asal dihitung dengan benar” menegaskan permukaan posterior strategi, membuat pemimpin pencapaian menjadi pendorong ke seluruh sistem suaka.
Artikel Terkait
BP BUMN Amankan Rest Area Swasta, Bebaskan Standar Pelayanan
22 Juli 2026
Peruri Kenakan Teguh Arief Jadi Dirut Baru
16 Juli 2026
BP BUMN Rebut Direktur Peruri, Mantan Jenderal Terpilih
16 Juli 2026
LRT City Ditangani, Menteri Ara Ajak BPKP Danantara
28 Juli 2026
Pertamina Shipping Tumbuh, Sumbang Rp 4,87 Tj ke Negara
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
BPJS Ketenagakerjaan 10 Provinsi Peserta Terbanyak
28 Juli 2026
Memuat komentar...