BeritaLokal, Jakarta – Mantan pendiri Ethereum Vitalik Buterin mengungkapkan perspektifnya tentang perubahan yang sedang terjadi di Ethereum Foundation (EF) dalam sebuah wawancara di platform X (sebelumnya Twitter) pada 24 Mei 2026. Ia menyebut kritik dari komunitas terkait arah EF sebagai “tanda-tanda yang menunjukkan kebutuhan untuk perubahan”.
Selain itu, Buterin memperkuat pengakuan bahwa EF sedang mengalami reorganisasi internal, dengan co-Executive sementara Bastian Aue mengambil alih dari Tomasz Stanczak. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada tugas-tugas kunci yang mendukung keberlanjutan Ethereum. “Dewan sedang dalam proses ekspansi,” kata Buterin, sambil menegaskan bahwa pengaruhnya di EF akan berkurang seiring waktu.
Pada bagian lain wawancara tersebut, Buterin mengkritik kritik yang menyebut EF tidak sesuai dengan prinsip desentralisasi. Ia mengakui pernah mendengar kekhawatiran dari komunitas tentang arah EF, tetapi menegaskan bahwa EF harus dipahami sebagai pusat ETH, bukan sebagai “kapal yang lebih kecil”. Ia juga menjelaskan bahwa EF saat ini memegang sekitar 0,16% dari seluruh ETH, yang jauh lebih rendah daripada pemegang individu dan di bawah 10%-50% pada banyak yayasan blockchain lainnya.
Tindakan reorganisasi tersebut terjadi setelah delapan kontributor senior EF mengumumkan rencana meninggalkan organisasi pada 2026, termasuk lima orang pada Mei. Stanczak secara tertulis mengundurkan diri sebagai direktur eksekutif, sementara Alex Stokes sedang cuti. Dankrad Feist, mantan pengembang EF yang meninggalkan perannya, menyarankan penggalangan dana sebesar USD 1 miliar (Rp 17,70 triliun) untuk mendukung efisiensi ekonomi EF.
Buterin mengatakan bahwa rencana ini berdasarkan pendekatan yang diinginkan oleh komunitas, yaitu “mengalihkan sumber daya yang tersisa ke keberlanjutan daripada perluasan”. Ia menegaskan bahwa EF akan fokus pada aktivitas penting bagi ketahanan Ethereum, seperti verifikasi bug melalui AI dan konsensus rantai yang dianggap “tersedia” sejak tahun lalu.
Dalam bagian teknis, Buterin menyebut tiga prioritas utama: 1) memastikan Ethereum bebas bug melalui verifikasi formal bantuan AI; 2) menerapkan konsensus rantai yang ramping untuk keamanan BFT dan PoW; serta 3) meminimalkan perantara dengan mengutamakan pekerjaan di FOCIL, EIP-8141, dll.
Selain itu, Buterin menolak argumen bahwa ETH seharusnya bersaing berdasarkan kecepatan, meskipun tujuan yang dinyatakan kompatibel dengan TPS tinggi. Ia menyebut Ethereum sebagai “produk Ethereum yang paling bernilai” dan menegaskan bahwa pekerjaan untuk mendukung ETH terletak di luar EF. Ia juga mengklaim bahwa EF akan menjadi “kapal kecil” dalam jangka panjang, tetapi lebih stabil dalam beberapa bulan ke depan.
Pada akhir wawancara, Buterin menegaskan bahwa keputusan investasi tetap di tangan pembaca dan beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas risiko finansial dari keputusan investasi.
Daftar Kontributor yang Meninggalkan EF:, Tomasz Stanczak (direktur eksekutif), Alex Stokes (pemimpin Protocol Clusters), Dankrad Feist (mantan pengembang EF), Delapan orang lain.
Rencana Penggalangan DANA: USD 1 miliar (Rp 17,70 triliun).
Artikel Terkait
Pasar Halal Global Rp46.6 Triliun, Indonesia Bisa Pemimpin
23 Juli 2026
Kejahatan Siber Sindikat Korporat Hidupkan Kerugian 2 Triliun
21 Juli 2026
JPMorgan Peringatkan Ancaman Bitcoin
15 Juli 2026
Tokenized ETF Buka Akses Saham S&P 500 dengan Modal Kecil
13 Juli 2026
Tether Membuka Investasi $20 Juta di Mercado Bitcoin
12 Juli 2026
Pendiri Cardano Bantah Rumor Pergi, Ini Penjelasannya!
11 Juli 2026
Hyundai Card Uji Stablecoin, Pembayaran Lintas Negara
10 Juli 2026
Tether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Crypto Brasil
8 Juli 2026
Memuat komentar...