Top 3: Rupiah Sempat Tersungkur

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis untuk mendorong kembali kepercayaan investor global terhadap rupiah, setelah nilai tukar mata uang tersebut berada di bawah level 17.865 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026). Kebijakan ini mencakup peningkatan BI-Rate hingga 5,50%, penguatan struktur SRBI, insentif hedging swap, serta pembukaan akses repo dan operasi moneter yang intensif. Dalam rangkaian kebijakan tersebut, rupiah berhasil menguat 0,84% pada hari terakhir sesi berjangka, menyentuh level 17.865 per dolar AS.

Kebijakan ini dinilai efektif dalam memulihkan ketertarikan modal asing (inflow), yang mencapai Rp 15,11 triliun untuk transaksi SRBI, Rp 3,91 triliun untuk SBN, dan penjualan perdana obligasi internasional Danantara sebesar Rp 26,9 triliun. Ketahanan eksternal juga diperkuat melalui kerja sama bilateral dengan PBOC (Tiongkok) dan HKMA (Hong Kong). Dalam pengujian pasar, rupiah menunjukkan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, kisah Jeff Bezos kembali menduduki posisi CEO setelah meninggalkannya selama tujuh bulan menjadi fokus utama. Pendiri Amazon ini mengungkap alasan penerapan perannya sebagai pemimpin perusahaan dalam proyek AI Prometheus, menilai pengalaman tersebut sebagai “Type 2 fun” yang menyenangkan setelah melalui tantangan berat. Bezos memperkuat komitmen untuk menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus menggandakan kapitalisasi pasar SpaceX hingga US$ 2 triliun.

Sementara itu, Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia setelah saham SpaceX diperdagangkan di Nasdaq dengan harga awal US$ 150. Aksi IPO ini meningkatkan total kekayaan Musk mencapai US$ 1,1 triliun (setara Rp 19.651,5 triliun) pada Jumat waktu AS. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai pemimpin sektor antariksa dan menunjukkan potensi pertumbuhan bisnis SpaceX.

Kebijakan ekonomi terpadu yang dilakukan BI dan pemerintah, serta kinerja finansial perusahaan teknologi internasional, menunjukkan bahwa pasar tetap berada dalam keadaan stabil. Dalam jangka panjang, langkah-langkah ini diharapkan mendorong ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kapasitas infrastruktur dan investasi di sektor teknologi.