BeritaLokal, Jakarta Selatan – Jelita Bahar, putri seorang figur publik, memperkenalkan bisnis risol sebagai solusi kegiatan produktif yang menggabungkan hiburan dengan pengembangan diri. Usaha ini bermula saat ia sedang menjalani rutinitas harian di bulan suci, dengan tujuan mengatasi rasa lapar sambil membangun keterampilan baru.
Di gerainya yang berada di Tendean, Jakarta Selatan, Jelita menekankan bahwa ide bisnis risol muncul dari kebutuhan pribadi. “Karena bulan puasa waktu itu kita bingung mau ngapain. Daripada di rumah doang, kita ngerasa ‘oh, masih lapar,’ gitu kan,” katanya saat diwawancara. Kegiatan ini terus berkembang, dengan penjualan sehari rata-rata 200 hingga 300 porsi risol.
Usaha dikelola secara mandiri oleh Jelita dan rekan kerjanya, dengan strategi yang sederhana namun efektif. Ia mengakui bahwa keberhasilan ini sangat berkat ketekunan dan keterampilan memasak yang pas. “Karena risol harus digoreng dengan benar agar tidak lembek atau kulitnya pecah,” ujarnya saat menunjukkan proses penggorengan.
Meski bisnis terus berkembang, Jelita tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hiburan. Ia mengklaim bahwa usaha ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tapi juga sebagai bagian dari identitasnya yang aktif di masyarakat. “Kalau untuk dunia entertain, pengin. Tapi mungkin untuk hal-hal kecil dulu,” katanya.
Kini, Jelita berencana menambah karyawan jika bisnis terus mengalami peningkatan permintaan. Ia juga menyiapkan rencana matang untuk mempercepat pertumbuhan usahanya. “Nanti kalau sudah ramai baru kita tambah karyawan,” ucapnya dengan optimisme tinggi.
Usaha risol Jelita Bahar semakin diminati, dengan penjualan yang mencapai angka fantastis. Meski masih berjalan sederhana, visi dan komitmen Jelita terhadap kualitas produk serta pengalaman pribadi menjadi daya tarik utama. Dengan strategi yang konstruktif, usaha ini diharapkan bisa menembus pasar lebih luas seiring berkembangnya bisnis.