Temui Prabowo, Menlu Qatar Siapkan Investasi Rp 70 Triliun

BeritaLokal, Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang kerja sama ekonomi dengan Qatar menunjukkan momentum baru dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Pada Senin (15/6/2026), Menlu Qatar Sultan bin Saad Al-Muraikhi menghadiri pertemuan kehormatan di Istana Merdeka Jakarta, di mana ia menyampaikan rencana investasi strategis sebesar Rp 70 triliun dari Qatar.

Selain itu, kedua pihak sepakat meningkatkan kerja sama dalam berbagai sektor, termasuk transisi energi dan ketahanan ekonomi. Menlu Qatar menegaskan komitmen Pemerintah Qatar terhadap investasi US$ 4 miliar (sekitar Rp 70 triliun) di Indonesia, yang akan digunakan untuk memperkuat sektor industri semikonduktor dan kendaraan listrik.

Sultan bin Saad juga menyampaikan apresiasi terhadap program pendidikan gratis (MBG) dan kesehatan yang dilakukan Indonesia. “Emir Qatar mengapresiasi kemajuan ekonomi Indonesia, terutama dukungan terhadap program kesehatan, pendidikan, dan makan bergizi,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

Rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir 2026 akan menjadi momen penting untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Pada pertemuan bilateral dengan Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier, Prabowo menekankan penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Eropa. “Kami sepakat meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” ujar Prabowo usai pertemuan di Istana Merdeka.

Dalam kerja sama ini, Indonesia menarik Jerman untuk memperluas investasi di sektor transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, dan pengembangan industri semikonduktor. Prabowo menyatakan komitmen penuh terhadap ekosistem kendaraan listrik sebagai langkah transisi menuju keberlanjutan.

Selain itu, Indonesia mengundang Jerman untuk turut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan infrastruktur. Kepala Negara juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Partnering in Business with Germany, yang bertujuan memperkuat pelaku UMKM di Tanah Air. “Indonesia akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee kedua tahun ini,” kata Prabowo.

Pertemuan tersebut menunjukkan keberanian Indonesia dalam menggarap investasi global dan membangun jaringan ekonomi yang kuat dengan berbagai negara. Dengan kerja sama tajam antara pemerintah dan sektor swasta, kedua negara diharapkan bisa menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

error: Content is protected !!