Harga emas dunia terus bergerak volatil akibat ketidakpastian di pasar global yang dipicu oleh inflasi AS dan konflik Timur Tengah

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia terus bergerak volatil akibat ketidakpastian di pasar global yang dipicu oleh inflasi AS dan konflik Timur Tengah. Pada Rabu pekan lalu, harga emas sempat menyentuh level terendah mingguan di US$ 4.023,10 per ons, sebelum kembali naik hingga US$ 4.210,52 per ons pada akhir pekan. Pergerakan ini mencerminkan tekanan dari data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi oleh Federal Reserve (The Fed).

Selain itu, kembalinya sentimen investor ritel menjadi bearish setelah harga emas mendekati level US$ 4.000 per ons memicu keraguan atas keandalan dolar AS sebagai aset safe haven. Analis seperti Adrian Day dari Adrian Day Asset Management mengatakan bahwa harga emas mungkin mencapai titik terendahnya, terutama dengan penurunan harga minyak dan kemungkinan akhir operasi militer Iran terhadap Israel. Namun, David Morrison dari Trade Nation tetap memandang prospek jangka pendek emas sebagai negatif karena risiko kenaikan suku bunga yang belum tentu terjadi.

Survei mingguan Kitco News menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih berhati-hati, dengan 65% analis menunggu arah kebijakan The Fed sebelum mengambil langkah. Ada 24% analis memprediksi harga emas akan naik, sementara 12% memperkirakan melemah. Sentimen investor ritel juga cenderung negatif, dengan 39% menilai pergerakan emas sulit diprediksi.

Pekan ini penuh dengan acara penting, terutama pertemuan FOMC The Fed yang menjadi pertama di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh. Acara tersebut akan diawali dengan rilis Empire State Manufacturing Survey Senin, diikuti keputusan moneter Bank of Japan Selasa dan Reserve Bank of Australia Rabu pagi. Pada Kamis, pasar akan memantau keputusan suku bunga Swiss National Bank dan Bank of England, serta aktivitas manufaktur wilayah Philadelphia.

Kebijakan moneter dan data ekonomi AS menjadi fokus utama pekan ini, dengan risiko kenaikan atau melemah harga emas bergantung pada keputusan bank sentral dan performa ekonomi negara. Setelah pergerakan harga emas yang volatile, para investor harus memantau langkah pemerintah dalam menstabilkan pasar.

error: Content is protected !!