SETI yang merupakan lembaga pencari kehidupan ruang angkasa ini memastikan 3I/Atlas bukan pesawat atau teknologi alien.
PerbesarKomet Neowise atau C / 2020 F3 terlihat di Turet, Belarus, 110 kilometer (69 mil) barat ibu kota Minsk, Selasa (14/7/2020) pagi. Bulan ini, komet Neowise melintasi tata surya bagian dalam untuk pertama kalinya dalam 6.800 tahun. (AP Photo/Sergei Grits)
, Washington, D.C. – Institut SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) memastikan bahwa objek antarbintang 3I/Atlas yang baru ditemukan bukan merupakan teknologi alien, melainkan benda langit alami yang berasal dari luar tata surya.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah para peneliti melakukan pengamatan radio selama lebih dari tujuh jam menggunakan teleskop di California Utara. Pengamatan dilakukan tak lama setelah 3I/Atlas terdeteksi melintasi tata surya dan menjadi objek antarbintang ketiga yang pernah ditemukan memasuki lingkungan Matahari.
Dilansir AP News, Kamis (4/6/2026), tim peneliti memindai objek tersebut untuk mencari kemungkinan adanya sinyal teknologi buatan. Dalam proses pengamatan, mereka mendeteksi hampir 74 juta sinyal radio pita sempit.
Namun setelah dilakukan analisis lebih lanjut dan penyaringan terhadap gangguan dari aktivitas manusia di Bumi, hanya tersisa sedikit lebih dari 200 sinyal yang relevan. Seluruh sinyal tersebut akhirnya dapat diidentifikasi berasal dari teknologi buatan manusia maupun satelit yang mengorbit Bumi.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Astronomical Journal itu tidak menemukan bukti adanya sinyal yang menunjukkan keberadaan teknologi extraterestrial.
Penulis utama studi tersebut, Sofia Sheikh dari Institut SETI, mengatakan temuan itu sekaligus menunjukkan kemampuan instrumen modern dalam mendeteksi sinyal buatan apabila memang ada.
Objek 3I/Atlas diperkirakan memiliki diameter antara 440 meter hingga 5,6 kilometer. Para ilmuwan meyakini benda langit tersebut berusia sekitar 11 miliar tahun, hampir dua kali lebih tua dibandingkan Matahari yang berusia sekitar 4,6 miliar tahun.
Komet tersebut melintas dekat Mars pada Oktober lalu dan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada Desember dengan jarak sekitar 269 juta kilometer.
Meski tidak menemukan indikasi teknologi alien pada 3I/Atlas, para ilmuwan menegaskan pencarian tanda-tanda kehidupan cerdas di luar Bumi tetap menjadi bagian penting dari penelitian astronomi modern, termasuk terhadap objek-objek antarbintang yang memasuki tata surya.
