Selat Hormuz Dibuka, Bitcoin Bisa Tembus US$ 70.000

BeritaLokal, Jakarta – Kesepakatan Damai AS-Iran Mendorong Perkembangan Aset Kripto
Perdana Negara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani kesepakatan damai yang berpotensi memperkuat sentimen pasar kripto, terutama Bitcoin. Kesepakatan ini, yang sebelumnya menghadapi kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah, dianggap sebagai pendorong bagi aset kripto lainnya, termasuk Bitcoin, meski proses penandatanganan masih dalam tahap awal.

Selain itu, kesepakatan ini dinilai dapat mengurangi ketegangan antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa bulan, serta memengaruhi harga minyak global. Selat Hormuz, jalur laut vital untuk pasokan energi dunia, diperkirakan akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditetapkan, yang potensial mengurangi tekanan inflasi dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Pembukaan Selat Hormuz: Faktor Kunci
Dalam kesepakatan tersebut, Iran diharuskan membebaskan aset senilai $25 miliar yang dibekukan, mencabut blokade laut terhadap pelabuhan, dan menghentikan penambahan sanksi baru. Sebagai balasannya, Iran berkomitmen untuk tidak memproduksi atau membeli senjata nuklir, serta menghentikan pengayaan uranium hingga kesepakatan permanen tercapai.

Pembukaan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan energi dunia, berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham dan kripto. Jika lalu lintas pelayaran normal kembali, harga minyak dapat turun, sehingga tekanan inflasi mereda dan memicu penguatan pasar kripto.

Ketidakpastian Global dan Peran Fed
Meski prospek positif, investor masih menghadapi ketidakpastian akibat kekhawatiran geopolitik dan fluktuasi harga minyak. Kebijakan moneter bank sentral, terutama dari Federal Reserve (The Fed), dianggap sebagai katalis utama pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Jika The Fed memberikan sinyal dovish, peluang Bitcoin untuk melanjutkan penguatan akan meningkat.

Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena sejarah menunjukkan bahwa kesepakatan antara pihak-pihak terlibat konflik pernah mengalami hambatan pada tahap akhir. Investor masih memantau realisasi pembukaan Selat Hormuz, perkembangan hubungan AS-Iran, serta hasil pertemuan The Fed sebelum menentukan langkah investasi berikutnya.

error: Content is protected !!