BeritaLokal, Jakarta – Rupiah makin perkuat sejak kabar damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terungkap, berdampak pada kenaikan nilai tukar rupiah hingga 151 poin ke level Rp 17.708 per USD pada Senin (15/6/2026). Penguatan mata uang ini mencerminkan sentimen global yang membaik setelah kesepakatan awal perdamaian di Timur Tengah berpotensi mengurangi ketegangan geopolitik.
Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyebutkan, rupiah ditutup naik 151 poin ke level Rp 17.708 per USD, dengan peningkatan sebelumnya mencapai 185 poin dalam perdagangan intraday. “Kabar kesepakatan antara AS dan Iran menarik minat pasar karena Selat Hormuz menjadi jalur perdagangan energi kunci,” kata Assuaibi dalam wawancara. Pembebasan akses pelayaran di kawasan ini dinilai mampu mengurangi risiko gangguan pasokan minyak global yang terjadi sejak perang menutup selat tersebut.
Kesepakatan antara Trump dan kepala negara Iran, serta rencana penandatangan nota kesepahaman di Swiss pada Jumat mendatang, menjadi fokus utama. Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka “bebas biaya” dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran berakhir. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan kesepakatan ini akan diterapkan dalam 30 hari di bawah pengaturan Iran.
Selain itu, Perdana Menteri Pakistan yang memperkuat peran mediator mengungkapkan keterbukaan AS dan Iran untuk membuka jalur perdagangan di kawasan tersebut. Investor pun mencermati dampaknya terhadap rupiah, dengan perhatian pada kapasitas produsen Timur Tengah dalam memulihkan produksi minyak setelah perang. Bank sentral seperti Reserve Bank of Australia (RBA) dan European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga sebesar 75 dan 25 basis poin selama tahun ini, namun kebijakan moneter yang lebih ketat mungkin terlewat karena konflik masih terus berlangsung.
Kabar damai antara AS dan Iran juga memicu perhatian pasar terhadap dinamika ekonomi global. Selain itu, investor menyoroti risiko penguapan investasi jika situasi geopolitik tetap tidak stabil. Dampak dari kebijakan moneter The Fed, yang dipimpin oleh Kevin Warsh, juga menjadi sorotan karena perubahan suku bunga bisa memengaruhi arus aliran uang global.
Sementara itu, penguatan rupiah terus berlanjut meski terdapat ketegangan di kawasan lain. BeritaLokal menekankan bahwa keberhasilan kesepakatan antar negara adalah langkah penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan menjaga kinerja pasar global.