Roger Danuarta dan Cut Meyriska Kaget Kasus Hanania Travel, Ungkit Akreditasi A Plus Rekor MURI

BeritaLokal, Jakarta – Roger Danuarta dan Cut Meyriska kaget mengetahui Hanania Travel terseret kasus hukum, meski mereka sebelumnya menganggap agen perjalanan tersebut aman. Kini, kejadian ini memicu klarifikasi dari para saksi dalam investigasi dugaan penipuan terhadap jemaah umrah yang gagal berangkat.

Mereka mengakui telah melakukan riset ketat sebelum menggunakan layanan Hanania Travel pada 2024, termasuk memeriksa akreditasi A Plus dan rekor MURI yang dianugerahkan oleh MURI. “Kita sudah lama riset, justru kejadian ini terasa sangat mengejutkan,” kata Cut Meyriska di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026).

Roger Danuarta mengungkapkan prihatinnya atas kasus yang memengaruhi keluarga. Meski tidak secara langsung berdampak pada pekerjaannya, ia merasa terbebani secara moral karena jemaah yang gagal berangkat. “Efeknya kasihan sama mereka yang belum berangkat, dan kami juga prihatin,” kata Roger.

Keduanya mengklaim telah memeriksa profil perusahaan, testimoni dari pengguna lain, serta kredibilitas Hanania Travel sebelum memutuskan menggunakan jasa tersebut. “Sebenarnya sudah hati-hati, tapi tiba-tiba terjadi kejadian ini,” kata Cut Meyriska.

Sementara itu, Roger menegaskan bahwa keterlibatan mereka hanya sebagai saksi dalam proses hukum. Ia mengakui kaget ketika banyak rekan sejawat juga mempertanyakan integritas agen perjalanan tersebut. “Banyak teman-teman juga berangkat ke sana, tapi ini terasa sangat mengejutkan,” katanya.

Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus dugaan penipuan Hanania Travel. Cut Meyriska dan Roger mengharapkan keadilan bagi jemaah yang merasakan permasalahan tersebut. “Kami ingin memberikan informasi sebisa mungkin, agar semuanya bisa dijelaskan,” kata Cut Meyriska.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua pasangan. Meski telah hati-hati, mereka mengakui tidak tahu kejadian ini terjadi di tahun ini. “Sebenarnya kita nggak tahu apa-apa sih dan nggak ngerti ya,” kata Cut Meyriska.

Dengan demikian, keterlibatan Roger dan Cut Meyriska dalam kasus ini menunjukkan bahwa keamanan jemaah umrah tidak selalu terjamin meski agen perjalanan memiliki rekor positif.