Riza Irsyadillah Basah-Basahan Syuting Film Dosa, Berkawan Air Jahe dan Lampu Hangat

[BeritaLokal], Jakarta — Air hujan, air jahe, dan lampu hangat — ini bukan hanya adegan di film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, tapi alat pertahanan emosional Riza Irsyadillah saat menghadapi dunia yang penuh tekanan. Dalam studio dingin yang terasa seperti kamar misterius di hotel tua, ia memainkan peran Bima — suami yang terpisah dari istri, teror, dan rasa tak berdaya. Dan ia tak hanya bermain, ia hidup dalam setiap tetes air yang jatuh di tubuhnya.

“Saking dingin, aku jadi teman air jahe,” ujar Riza dengan wajah yang masih mengingatkan pada bahan pakaian yang basah—tapi hatinya, tak pernah basah. Ia mengenakan handuk putih, shirtless, dan menyambut setiap adegan basah-basahan seperti teman lama. “Karena harus kontinuitas, aku harus basah lagi. Aku sudah terbiasa dengan air, dan lampu hangat. Itu yang bikin aku bisa terus bermain.”

Dan jika kamu berpikir ini cuma soal syuting, kamu salah. Ini soal emosi yang mengejar, soal perjalanan dalam hati yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Adegan pertama yang bikin Riza terhenti? Ketika Bima bertemu ibunya setelah bertahun-tahun terpisah. “Aku jadi Bima. Dan aku sadar betapa frustrasi dan penuh rindu itu. Itu personal. Karena aku juga pernah merasa begitu,” ujarnya, mata menatap ke arah langit yang tak terlihat.

Kemudian, adegan kedua — Bima menemukan Ersya di tengah siksaan. “Aku belum pernah menikah, tapi aku harus bayangkan. Betapa sakitnya. Betapa tak terduga. Betapa beratnya menemui istri yang kini berada di ujung kehidupan yang tak bisa ditebak lagi.” Dan ini bukan adegan yang dipentaskan sekali. “Hari itu, aku sudah merasa kurang. Tapi pagi esok, Sondang bilang, ‘Retake, demi hasil terbaik.’ Aku langsung setuju. Karena aku tahu, ini bukan tentang kamera — ini tentang hati yang harus terbuka.”

Dosa: Penebusan atau Pengampunan bukan film yang dijalankan dengan kamera saja. Ini adalah perjalanan yang membutuhkan CGI, pengambilan gambar yang penuh emosi, dan pertunjukan yang terus mengalir seperti air yang tak bisa dihentikan. “Banyak treatment. Bukan murah. Ini investasi,” ujar Irish Bella, produser eksekutif, yang tahu bahwa setiap frame yang terpancar adalah hasil dari banyak hati yang berjuang.

Film ini tayang di bioskop Tanah Air mulai 11 Juni 2026. Dan jika kamu ingin menemukan kisah yang tak bisa dihentikan — mulailah dari adegan pertama: air hujan, air jahe, dan lampu hangat yang terus menyambut hati yang tak pernah menyerah.

error: Content is protected !!