Rincian Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juni 2026

Harga emas Antam hari ini Minggu 7 Juni 2026 masih tak berubah dibandingkan kemarin, simak daftar di sini.

PerbesarPramuniaga menunjukkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Pada perdagangan Rabu (27/7/2022) pukul 15:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.722,19 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,30 persen. (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Minggu (7/6/2026) tak berubah setelah merosot pada perdagangan sebelumnya.

Pada hari ini harga emas antam Stabil, sedangkan pada perdagangan kemarin harga emas antam turun Rp 32.000. 

Mengutip laman logammulia.com, harga emas antam masih dibanderol di Rp 2.738.000 per gram.

Harga buyback emas Antam juga tak bergerak pada hari ini. Harga buyback emas antam masih dipatok Rp 2.531.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.531.000 per gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.419.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.738.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.416.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.099.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.465.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 26.875.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 67.062.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 134.045.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 268.012.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 669.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.339.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.678.600.000.

Harga Emas Kehilangan Kilaunya, Tertekan Data Tenaga Kerja AS

PerbesarIlustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas dunia merosot tajam pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (6/6/2026), harga emas di pasar spot turun 2,2 persen menjadi USD 4.375,19 per ons. Secara mingguan, logam mulia tersebut telah melemah sekitar 3,6 persen.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga turun 2,2 persen ke level USD 4.405,10 per ons.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) bertambah 172.000 pekerjaan pada Mei 2026, setelah sebelumnya meningkat 179.000 pekerjaan pada April yang telah direvisi naik.

Angka tersebut jauh melampaui proyeksi ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan penambahan hanya 85.000 pekerjaan, setelah laporan awal April menunjukkan kenaikan 115.000 pekerjaan.

“Kami mendapatkan data payroll yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi pasar,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

Menurut dia, kondisi tersebut memperkecil kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, terutama karena perang yang melibatkan Iran masih berlangsung dan harga energi terus meningkat sehingga menambah tekanan inflasi.

“Dengan masih berlangsungnya konflik di Iran serta tingginya harga energi dan tekanan inflasi, sangat kecil kemungkinan The Fed memiliki keinginan untuk menurunkan suku bunga. Implikasinya bagi emas adalah biaya kepemilikan aset ini menjadi semakin tinggi,” jelasnya.

Yield Obligasi AS Melonjak

PerbesarPedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Setelah data ketenagakerjaan dirilis, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS langsung melonjak. Kenaikan yield tersebut meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di saat yang sama, harga minyak mentah Brent juga bergerak menuju kenaikan mingguan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sejak konflik yang didukung AS terhadap Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga emas telah terkoreksi lebih dari 16 persen. Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Meski emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya justru memberikan tekanan terhadap harga logam mulia tersebut karena membuat instrumen berbunga menjadi lebih menarik bagi investor.

Berdasarkan data CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Sebelum rilis data ketenagakerjaan, probabilitas tersebut masih berada di kisaran 50 persen.

 

Harga Perak dan Logam Lain

Di pasar fisik, permintaan emas di India dilaporkan masih lesu sepanjang pekan ini. Sementara itu, premi harga emas di China juga mengalami penurunan.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun 5,8 persen menjadi USD 69,50 per ons. Platinum melemah 3 persen ke level USD 1.842,70 per ons, sedangkan paladium turun 1,6 persen menjadi USD 1.299,25 per ons.

Ketiga logam tersebut juga tercatat berada di jalur penurunan secara mingguan.

Perbesar(Ilustrasi perak-silver by AI)



error: Content is protected !!