Rincian Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juni 2026

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas Antam hari ini, Minggu (7/6/2026), tetap stabil meskipun mengalami pergerakan minor dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas antam dijual di Rp 2.738.000 per gram, dengan beberapa ukuran berikut:, 0,5 gram: Rp 1.419.000, 1 gram: Rp 2.738.000, 2 gram: Rp 5.416.000, 3 gram: Rp 8.099.000, 5 gram: Rp 13.465.000, 10 gram: Rp 26.875.000, 25 gram: Rp 67.062.000, 50 gram: Rp 134.045.000, 100 gram: Rp 268.012.000, 250 gram: Rp 669.765.000, 500 gram: Rp 1.339.320.000, 1.000 gram: Rp 2.678.600.000

Pada hari sebelumnya, harga emas antam turun Rp 32.000 per gram. Harga buyback emas Antam juga tidak berubah, tetapi tercatat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam dipatok Rp 2.989.000 per gram.

Selain itu, tren harga emas dunia terus memperkuat tekanan pada pasar. Harga emas dunia mengalami penurunan sebesar 2,2 persen menjadi USD 4.375,19 per ons (menurut CNBC) dan kontrak berjangka AS turun 2,2 persen ke USD 4.405,10 per ons. Data ketenagakerjaan AS pada Mei 2026 meningkat 172.000 pekerjaan, melampaui proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan hanya 85.000 pekerjaan. Kenaikan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akibat risiko inflasi dari konflik di Timur Tengah.

Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan inflasi dan ketegangan geopolitik terus mempercepat kenaikan harga minyak dan emas. Selain itu, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS menciptakan biaya kepemilikan aset yang lebih tinggi untuk investor.

Di pasar fisik, permintaan emas di India masih lesu, sementara premi harga emas di China mengalami penurunan. Harga perak spot turun 5,8 persen menjadi USD 69,50 per ons, sementara platinum melemah 3 persen ke USD 1.842,70 per ons dan paladium turun 1,6 persen menjadi USD 1.299,25 per ons.

Tren penurunan ini terus berlanjut dalam minggu ini, mengukuhkan emas sebagai aset lindung nilai yang dinilai kurang efektif di tengah kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi.

Artikel Terkait

0