BeritaLokal, Jakarta – PT Timah (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Jumat (12/6/2026), dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan dan menjawab tantangan industri pertambangan yang dinamis. Perubahan jajaran pengurus yang disahkan pada rapat tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasional, efisiensi, serta kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk. Sebagai gantinya, perusahaan mengambil alih posisi Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha di bawah Harry Budi Sidharta. Posisi Wakil Direktur Utama juga dihapus, digantikan dengan jabatan Direktur SDM dan Transformasi Korporasi yang ditugaskan kepada Ratih Mayasari. Selain itu, perusahaan menambah posisi Direktur SDM sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Susunan Direksi PT Timah Tbk setelah RUPST 2025 terdiri dari:, Direktur Utama: Restu Widiyantoro, Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha: Harry Budi Sidharta, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani, Direktur Operasi: Handy Geniardi, Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra, Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Ratih Mayasari
Dalam hal komisaris, jajaran terdiri dari:, Komisaris Utama (Independen): Agus Rohman, Komisaris (Independen): Yuslih Ihza Mahendra, Komisaris: Rizani Usman, Komisaris (Independen): M. Hita Tunggal, Komisaris: Eniya Listiani Dewi
Selain perubahan jajaran pengurus, PT Timah menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 656,8 miliar kepada pemegang saham pada RUPST 2025. Nilai ini setara dengan 50 persen dari laba bersih Perseroan sebesar Rp 1,31 triliun tahun buku 2025. Dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah pencapaian kinerja positif selama periode sebelumnya.
Pada tahun 2025, PT Timah menghasilkan pendapatan Rp 11,55 triliun (naik 6,41 persen dari Rp 10,86 triliun) dan laba usaha sebesar Rp 1,91 triliun serta EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun. Produksi bijih timah mencapai 18.635 ton Sn, sementara produksi logam timah tercatat 17.815 metrik ton dan penjualan logam timah sekitar 16.634 metrik ton.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, optimistis perusahaan dapat mempertahankan tren kinerja positif pada 2026. Menurutnya, prospek industri timah global masih menjanjikan karena sekitar 50 persen konsumsi timah dunia dipasok oleh sektor elektronik yang terus berkembang. Perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, dan menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus dinamis.
Perubahan jajaran pengurus dan pembagian dividen menjadi langkah penting dalam upaya PT Timah untuk memastikan kesejahteraan pemegang saham sekaligus menggerakkan ekosistem bisnis perusahaan secara berkelanjutan.