PSSI Siapkan Kloter Naturalisasi Kedua: Pemain Jerman dan Belanda Berharap Dinyaturalisasi

BeritaLokal, Jakarta – PSSI siapkan kloter naturalisasi kedua untuk Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030. Langkah ini sejalan dengan Target Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin Indonesia tampil di Piala Dunia 2030. Dalam rangka memenuhi kebutuhan timnas, PSSI dan Kementerian Hukum (Kemenkum) tengah merancang naturalisasi kloter kedua dengan target pemain diaspora yang bisa berkontribusi di dua ajang penting tersebut.

PSSI menggandeng sejumlah pemain asal luar negeri untuk memperkuat skuat Timnas Indonesia. Salah satu sosok yang disiapkan adalah Mitchell Baker, penyerang dari Australia yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 13 Juli 2026. Pemain berusia 19 tahun ini dijadwalkan tampil dalam Piala AFF 2026, dan akan mengambil sumpah kewarganegaraan di Sydney, Australia, pada 16 Juli 2026. Selain itu, Luke Vickery, bek dari Jerman, juga berharap bisa dinaturalisasi segera setelah melalui proses pemeriksaan medis dan administratif.

Kemenkum memperkuat kebijakan ini dengan menetapkan target naturalisasi kloter kedua. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta PSSI bekerja sama untuk mengidentifikasi pemain diaspora yang memiliki potensi tinggi. Di antara nama-nama yang dipertimbangkan adalah gelandang VfB Stuttgart, Laurin Ulrich, serta beberapa pemain lain dari Jerman dan Belanda. Menurut Staf Khusus Menteri Hukum, Noor Korompot, kebijakan ini dilakukan dengan cepat karena arahan Presiden RI untuk Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.

Dalam proses naturalisasi, pemain diaspora harus melewati beberapa tahapan. Mulai dari pemeriksaan medis, administratif, hingga penyerahan sumpah kewarganegaraan. Kemenkum mengatakan bahwa PSSI akan menentukan calon baru setelah pengambilan sumpah kewarganegaraan bagi Mitchell Baker. Dalam pernyataan terkait, Korompot menyebutkan bahwa timnas Indonesia membutuhkan pemain berdarah Jerman-Indonesia dan Belanda-Indonesia untuk menghadapi tantangan di Piala Asia 2027.

Kloter naturalisasi kedua ini menandai langkah strategis PSSI dalam meningkatkan kapasitas timnas. Dengan memperkuat pemain asing, Indonesia berharap bisa menciptakan kemenangan di ajang internasional. Namun, proses naturalisasi juga menghadapi tantangan seperti kebijakan pemerintah terkait sumpah kewarganegaraan dan regulasi yang membatasi akses pemain asing. Kementerian Hukum tengah mendorong agar proses ini berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik di lapangan.

PSSI juga mengajak seluruh komunitas masyarakat Indonesia untuk mendukung kebijakan ini. Dengan memperkuat timnas, PSSI berharap bisa memberikan sumbangan positif bagi sportivitas dan pembangunan nasional. Proses naturalisasi kloter kedua menjadi bagian dari upaya menciptakan Timnas yang lebih kompetitif di dunia olahraga internasional.

Artikel Terkait

0