BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan diplomasi budaya dengan memberikan oleh-oleh berupa satu set angklung kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan yang dilangsungkan pada Selasa, 7 Juli 2026. Momen ini menandai eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan India, sekaligus menjadi simbol persahabatan melalui tradisi budaya yang khas.
Angklung, alat musik tradisional dari Jawa Barat, terkenal dengan nada multitonal yang menggambarkan gerakan tangan mengayunkan pipa bambu. Keberadaannya telah tercatat sejak abad ke-12 hingga 16 Masehi, dengan beberapa sumber menyebutkan angklung sudah ada sebelum era Hindu. Nama “angklung” berasal dari kata Sunda yang berarti “gerakan tangan mengayunkan” dan “nada yang tidak lengkap”. Pemimpin Indonesia Prabowo Subianto, dalam kesempatan ini, menunjukkan kepedulian terhadap warisan budaya dengan memberikan alat musik tersebut kepada PM Modi.
Sementara itu, PM Modi menyambut dengan senyuman penuh haru saat menerima angklung. Kedua pemimpin kemudian diajarkan cara memainkan alat musik bambu ini oleh seorang pemain angklung lokal. Dengan antusias, Presiden Prabowo dan PM Modi menggoyangkan angklung hingga menghasilkan bunyi harmonis, bahkan PM Modi berhasil memainkannya dengan baik. Suasana semakin meriah ketika pemain angklung membawakan sepenggal lirik lagu populer India, Kuch Kuch Hota Hai, yang disambut tawa hangat kedua kepala negara.
Momen ini dibagikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet. Pemberian angklung juga menjadi simbol harmoni bambu dalam diplomasi, karena alat musik tersebut terbuat dari bambu hitam atau ater yang dikenal tahan lama dan kuat. Setiap angklung hanya menghasilkan satu nada spesifik, sehingga melodi utuh memerlukan kerja sama beberapa pemain dengan nada berbeda.
Diplomasi budaya ini tidak hanya menunjukkan kekayaan warisan Indonesia, tetapi juga menciptakan kesan persahabatan yang tajam. Pemimpin kedua negara menjalani momen yang menggambarkan keterbukaan dan penghargaan terhadap tradisi yang berbeda, sekaligus memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya. Momen ini menjadi cermin dari keberanian Indonesia untuk menjaga identitas budaya sambil tetap maju bersama.
Artikel Terkait
Mata Uang Korsel Melemah, Turis Cina Jadi Pemain Utama di Belanja Mewah Seoul
6 Juli 2026
10 Film Budaya Batak di Indonesia yang Wajib Dilihat
3 Juli 2026
BCL Elegan di Istana Negara, Menyambut Presiden Belarus
3 Juli 2026
Diplomasi Drives Indonesia’s Economic Growth
24 Juni 2026
Film Dua Nafas Tidak Terbatas: Donasi Nenek Memicu Perdebatan di Masyarakat
20 Juni 2026
Dukung Pelayanan Diplomatik, Rico Waas Tegaskan Medan Kota Strategis Internasional
10 Juni 2026
Xi Jinping Tiba di Korut, Disambut Langsung Kim Jong un
8 Juni 2026
Adik Kim Jong Un: Denuklirisasi Korut Itu Mimpi Kosong
7 Juni 2026
Memuat komentar...