Pertamina Drilling mencatat laba bersih US$ 29,61 juta dan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.
PerbesarPT Pertamina Drilling Services Indonesia menyelesaikan pengeboran lima sumur di wilayah kerja JOB Tomori di Blok Senoro-Toili, Sulawesi Selatan. (Dok Pertamina Drilling)
, Jakarta – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih US$ 29,61 juta, naik 24% dari US$ 23,89 juta pada 2024 dan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. EBITDA juga tumbuh lebih dari 20% menjadi US$ 101,20 juta dari US$ 84,02 juta.
Direktur Utama Avep Disasmita mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan melalui peningkatan efisiensi operasional, penguatan layanan terintegrasi, dan optimalisasi aset.
“Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional,” kata Avep dalam keterangan, Sabtu (6/6/2026).
Dari sisi operasional, Pertamina Drilling menyelesaikan 433 sumur dan 61 pekerjaan offshore workover sepanjang 2025. Kinerja rig juga membaik dengan availability 96,44%, productivity 70,15%, utilization 77,22%, dan non-productive time (NPT) 1,29%. Layanan Integrated Project Management (IPM) mencatat lonjakan availability menjadi 74,18%, utilization 60,35%, dan productivity 60,35%.
Perusahaan juga meraih peringkat nasional jangka panjang A+(idn) dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings Indonesia serta mencatat efisiensi operasional sebesar US$12,8 juta melalui 21 inisiatif strategis yang mengantarkan penghargaan OPTIMUS Awards 2025.
Di bidang tata kelola, nilai Good Corporate Governance (GCG) meningkat menjadi 88,72 dari 86,86 dengan predikat “Sangat Baik”, sementara tingkat kepatuhan tetap 100%.
“Perusahaan juga mempertahankan tingkat kepatuhan yang tinggi melalui sistem Compliance Online yang mencapai 100 persen, sesuai target dan sama dengan capaian tahun sebelumnya,” ucapnya.
Zero Major Accident
PerbesarRig PDSI#15.3/N110-M milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menemukan indikasi sumber indikasi minyak dan gas (migas). Operasi pemboran sumur eksplorasi SAC-001 di wilayah Pertamina EP Zona 7, Indramayu, Jawa Barat telah berlangsung sejak 16 Agustus hingga 29 Oktober 2025. Dok Pertamina
Sepanjang 2025, Pertamina Drilling mencatat zero major accident dan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat. Perusahaan juga menggelar program pelatihan yang diikuti 2.379 peserta untuk meningkatkan kompetensi pekerja.
Pada aspek sosial, jumlah program Corporate Impact and Development (CID) bertambah dari sembilan menjadi 10 program, mencakup pengembangan vokasi, bantuan sanitasi sekolah, pembinaan UMKM, penyediaan air bersih, budidaya ikan, bantuan bencana, hingga pembangunan drainase di berbagai daerah.
