BeritaLokal, Jakarta – Pasar smartwatch global kembali melanjutkan tren pemulihan sejak 2025, dengan pertumbuhan 4 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal pertama (Q1) 2026. Dikutip dari laporan riset Counterpoint, keberlanjutan ekonomi global yang stabil menjadi pendorong utama pergerakan pasar ini. Meski ada pergeseran minat konsumen, Apple tetap memimpin dengan pangsa pasar 23 persen, sementara Huawei dan Xiaomi merajai pasar Tiongkok.
Selain faktor Apple, meningkatnya permintaan smartwatch premium di Tiongkok juga berkontribusi signifikan. Pengiriman perangkat ini mencapai 15 persen YoY, dengan Huawei menguasai 40 persen pangsa pasar domestik. Raksasa teknologi lokal lainnya, seperti Imoo dan Xiaomi, menduduki posisi berikutnya. Tren ini terbukti melalui kenaikan harga jual rata-rata (ASP) global sebesar 6 persen YoY, menunjukkan konsumen rela merogoh kocek lebih dalam untuk fitur canggih seperti sensor kesehatan yang lebih akurat.
Apple tetap mempertahankan dominasi pasar dengan penjualan di Amerika Utara meningkat 21 persen dibanding Q1 2025. Namun, Samsung mengalami perubahan drastis, dengan volume pengiriman turun 28 persen pada periode yang sama. Posisi kritisnya terus berkurang setelah kompetitor seperti Huawei dan Xiaomi menembus angka 12 persen YoY.
Kinerja pasar smartwatch di Q1 2026 mencerminkan pergeseran minat konsumen menuju jam tangan premium, meski pertumbuhan terutama disumbangkan oleh Apple dan pasar Tiongkok. Dengan kenaikan harga dan fitur teknologi yang lebih kompleks, industri wearable menghadapi tantangan untuk menarik minat pengguna di tengah persaingan global.