BeritaLokal, Surabaya – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melanjutkan tren kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp 511 miliar, naik 29% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja ini dipimpin oleh peningkatan pendapatan berulang, kontribusi dari Pakuwon Mall Surabaya, kenaikan tarif sewa, serta perbaikan kinerja hotel-hotel baru.
Selain itu, pendapatan perseroan mencatatkan pertumbuhan 6% menjadi Rp 1,646 triliun pada Q1 2026, sementara EBITDA naik 10% YoY hingga Rp 916 miliar dari Rp 834 miliar. Laba bersih juga melonjak 29% ke Rp 511 miliar, dibantu peningkatan laba kotor dan pengurangan biaya keuangan setelah program pembelian kembali obligasi perusahaan.
Manajemen PWON mengungkapkan bahwa pertumbuhan pendapatan didorong oleh aktivitas bisnis recurring income yang terus memperkuat. Kebijakan peningkatan tarif sewa dan peningkatan okupansi di Pakuwon Mall Surabaya menjadi pemicu kenaikan pendapatan. Peningkatan rata-rata tarif kamar juga mendukung pertumbuhan bisnis perhotelan, yang sejalan dengan kinerja hotel-hotel baru yang terus membaik.
Di sisi profitabilitas, EBITDA yang meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan menunjukkan efisiensi operasional yang baik. Lonjakan laba bersih didukung oleh peningkatan laba kotor dan pengurangan beban keuangan. Selain itu, perseroan mengalami penurunan rugi kurs mata uang menjadi Rp 164,68 miliar dari Rp 201,53 miliar pada Q1 2025.
Pada kuartal sebelumnya (Q4 2025), PWON mencatat pendapatan Rp 7,11 triliun atau naik 6,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Beban pokok pendapatan meningkat 9,13% menjadi Rp 3,16 triliun, sementara laba kotor tumbuh 4,64% ke Rp 3,94 triliun. Peningkatan beban penjualan dan umum-administrasi juga memberikan dampak pada laporan keuangan.
Ekuitas perseroan melonjak 7,6% menjadi Rp 26,62 triliun, sementara liabilitas turun 7,39% menjadi Rp 9,84 triliun. Aset naik 3,09% ke Rp 36,46 triliun, dan kas perseroan meningkat 5,18 triliun dari Rp 9,15 triliun pada Q1 2025.
Kinerja finansial PWON menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik di kuartal berikutnya, dengan perluasan bisnis recurring income dan peningkatan efisiensi operasional menjadi fokus strategis untuk memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan.
Artikel Terkait
Laba Bersih Bakrie & Brothers Melonjak 49,6%
13 Juni 2026
DIGI Bukukan Laba Bersih, Siapkan Ekspansi ke AI
12 Juni 2026
PTBA Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun
12 Juni 2026
Perdana, MDIY Bagikan Dividen 40% dari Laba Bersih 2025
12 Juni 2026
Metrodata Tebar Dividen Rp 27 per Saham
11 Juni 2026
Emiten CBDK Raup Pendapatan Rp 743 Miliar
11 Juni 2026
Laba IPCM Tumbuh 3,03% hingga Kuartal I 2026
10 Juni 2026
Emiten TSPC Tebar Dividen Rp 50 per Saham
10 Juni 2026
Memuat komentar...