Miliarder Tim Draper: Quantum Computing Lebih Berbahaya bagi Bank Dibanding Bitcoin

BeritaLokal, Jakarta – Investor kawasan teknologi miliarder Tim Draper mengatakan bahwa ancaman teknologi kuantum terhadap Bitcoin jauh lebih kecil dibanding risiko sistem perbankan tradisional. Dalam wawancara dengan U.Today, Draper mengungkapkan keyakinannya bahwa aset digital ini masih lebih aman dibandingkan dana dalam bentuk dolar AS yang disimpan di bank.

Draper membandingkan keamanan Bitcoin dengan sistem perbankan konvensional, menekankan bahwa teknologi kuantum belum dapat membobol sistem keuangan secara masif. Menurutnya, meski ada potensi serangan dari komputer kuantum, proses tersebut akan menghadapi hambatan teknis yang membutuhkan perangkat fisik yang sangat besar.

“Quantum akan meretas bank jauh lebih dulu sebelum bisa menyentuh blockchain,” kata Draper. Ia menegaskan bahwa jika ancaman itu terjadi, komunitas Bitcoin memiliki opsi untuk melakukan hard fork atau perubahan besar pada jaringan agar sistem tetap aman. Namun, proses ini membutuhkan kesepakatan luas dari para penambang (miners) dan operator node yang mendukung jaringan.

Perdebatan tentang ancaman kuantum terhadap Bitcoin telah meningkat sejak munculnya risiko keamanan sistem kriptografi yang digunakan oleh Bitcoin. Sejumlah pihak mengkritik kemampuan teknologi ini untuk memecahkan algoritma seperti ECDSA-256, yang saat ini dianggap sangat kuat. Penelitian Google Quantum AI menunjukkan bahwa hambatan teknis untuk membobol sistem tersebut sekarang diperkirakan rendah dibandingkan perkiraan 2019.

Draper juga mengungkapkan keoptimismenya terhadap Bitcoin, meski prediksi harga yang ia sajikan dalam beberapa tahun lalu tidak tercapai. Ia memperkirakan bahwa aset kripto akan mencapai US$ 250.000 per koin dalam waktu sekitar 18 bulan ke depan.

Sementara itu, perdebatan mengenai ancaman kuantum terhadap Bitcoin masih berlangsung. Komunitas pengembang jaringan blockchain mulai menyiapkan solusi seperti BIP 360 untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan dari teknologi tersebut. Namun, Draper mengakui bahwa risiko terbesar dalam waktu dekat masih berada pada sistem keuangan tradisional, bukan pada jaringan Bitcoin itu sendiri.

Dalam wawancara terpisah, Draper menegaskan bahwa investasi dalam aset kripto harus didasarkan pada analisis yang matang. “Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca,” kata ia.

error: Content is protected !!