Meiline Tenardi Selenggarakan Workshop Kesehatan Mental

BeritaLokal, Jakarta – Pesohor Meiline Tenardi Bikin Workshop When Life Feels Empty, Ajak Wanita Berani Ambil Jeda berlangsung pada 24 Juli 2026 di Jakarta, menggugah ribuan perempuan profesional, pengusaha, dan aktivis tentang pentingnya memberi waktu bagi diri sendiri di tengah kesibukan harian yang tak henti-hentinya.

Dalam acara satu hari ini, Meiline Tenardi, pendiri Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB), meluncurkan program kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis khusus bagi wanita, yang dinamakan “When Life Feels Empty: Finding Meaning, Connection and Yourself Again.” Acara ini berfokus pada penciptaan hubungan yang sehat dengan diri sendiri sebagai fondasi bagi peran-peran ganda yang sering menimpa perempuan modern, dari keluarga hingga dunia korporat.

Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan psikologis, workshop ini mengajak peserta untuk merenungkan apa yang kehilangan makna ketika jadwal ditatakan penuh justru terlewatkan ruang introspeksi. Meiline membuka sesi dengan menekankan, “Kesibukan bisa mengisi kalender, tapi belum tentu mengisi hati dan jiwa kita.” Aspek ini disampaikan melalui kombinasi presentasi, diskusi interaktif, dan praktik refleksi yang mendalam, menuntun para perempuan menjelajahi emosi mereka dengan cara yang tidak tercekik oleh rutinitas.

Parade hampir 150 peserta, berasal dari kalangan profesional, wirausaha, komunitas sosial, serta anggota umum, menunjukkan tingginya minat atas topik tersebut. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar setiap individu dapat merasakan interaksi lebih personal. Dokumen workshop memuat jadwal harian yang komprehensif, mulai dari sesi pembukaan, sesi informatif, hingga sesi praktek.

Bintang Tamu: Ahli Psikologi & Breathwork

Salah satu daya tarik utama acara adalah kehadiran tiga pakar ternama: Ratih Ibrahim, seorang psikolog klinis senior yang spesialis pada masalah kesepian dan rasa hampa; Ineke Machdi, fasilitator breathwork yang dikenal dengan teknik pernapasan holistik; dan Antaresa Hendita, praktisi konseling yang berfokus pada hubungan emosional. Melalui presentasi mereka, peserta mendapat perspektif holistik: Ratih membahas bagaimana kesepian dapat muncul meski di tengah keramaian, Ineke menunjukkan aplikasi praktis breathwork untuk menenangkan rasa tadah, sementara Antaresa mengajarkan cara membangun hubungan sehat tidak hanya dengan orang lain, tetapi juga dengan diri sendiri.

Para pembicara menjanjikan aksi konkret, dengan memberi alat sederhana yang dapat langsung dipraktikkan di rumah. Kick-start workshop ini menampilkan kunjungan lapangan ke ruang pernapasan, pemeriksaan kesehatan mental singkat, dan sesi tanya jawab yang menggarisbawahi kebutuhan akan akuntabilitas diri. Keberadaan bintang tamu menambah kredibilitas program dan memberikan dorongan motivasional bagi para perempuan agar berani mengambil jeda serta mengevaluasi tujuan jangka panjang mereka.

Pengaruh Workshop Terhadap Keseimbangan Emosional

Peserta melaporkan perubahan signifikan setelah mengikuti workshop. Beberapa mengaku telah merasakan ketegangan fisik yang sebelumnya tidak mereka sadari terkait kekosongan emosional. Sementara yang lain menyatakan bahwa sesi refleksi, breathwork, dan diskusi terbuka memberi mereka kerangka kerja baru untuk menilai prioritas pribadi. Bagi sebagian peserta, pengalaman ini menjadi titik balik dalam merencanakan keseimbangan kehidupan dan kerjanya, memperlihatkan bahwa mengambil jeda bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi untuk memperkuat keberlanjutan.

Pesohor Meiline Tenardi Bikin Workshop When Life Feels Empty, Ajak Wanita Berani Ambil Jeda berhasil mengekalkan fokus pada nilai inti: memberi ruang bagi pendengar dan penulisnya untuk menyadari kebutuhan akan kesejahteraan mental di lanskap kehidupan yang terbelit. Hingga kini, komunitas yang terbentuk di seputar acara ini menandai upaya bersama bagi perempuan Indonesia untuk menyeimbangkan peran profesional dengan perawatan diri, menegaskan bahwa setiap langkah kecil menuju “mengambil jeda sejenak” dapat memiliki dampak luas terhadap kesehatan mental kolektif.

Artikel Terkait

0