BeritaLokal, Teheran – Pernyataan media pemerintah Iran mengungkapkan pada hari Jumat (30 Mei 2026) bahwa draf kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mencakup pencairan aset senilai US$ 12 miliar yang selama ini dibekukan. Laporan tersebut ditulis oleh CNA, sumber terkemuka di Asia Tengestari.
Selain itu, laporan televisi pemerintah Iran pada hari Minggu (30 Mei) menyebutkan bahwa AS telah menjanji memberikan akses penuh terhadap asetnya senilai US$ 12 miliar dalam waktu 60 hari, dengan tujuan memungkinkan transfer dana melalui bank di wilayah yang ditentukan Iran. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Gedung Putih, yang menegaskan bahwa pencairan dana akan tergantung pada pemberitahuan lebih lanjut.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam kesempatan tertulis menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan untuk menghentikan perang antara kedua negara, dengan konsensus bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran tanpa hambatan. Namun, AS menegaskan bahwa tidak menerima jika Iran tetap mempertahankan kendali atas jalur vital pengiriman energi tersebut.
Sumber informasi terkemuka seperti AFP mengatakan bahwa kepala bank sentral Iran termasuk dalam delegasi yang berkunjung ke Qatar untuk membahas dana yang dibekukan, sesuai dengan draf kesepakatan final. Pernyataan ini menyebutkan bahwa Teheran akan tetap memegang kendali atas Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi pasokan energi global.
Pada hari Jumat (29 Mei), Trump menegaskan bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran tanpa hambatan, meskipun AS berulang kali menekankan kepentingannya dalam menjaga ketersediaan pasokan energi. Laporan televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa perubahan ini akan memengaruhi gejolak pasar global yang terkait dengan ketegangan antar-negara.
Kesepakatan draf tersebut mengeksplorasi potensi pencairan aset, tetapi masih dalam proses penyusunan. Pihak AS dan Iran belum menyatakan pernyataan resmi terkait keputusan akhir. Keterlibatan pihak ketiga seperti Qatar dan sumber informasi terpercaya menjadi faktor penting dalam proses ini.
Dengan demikian, kesepakatan antara Iran dan AS tetap dalam tahap awal, menghadapi kritik dari kedua pihak terkait kebijakan ekonomi dan strategis.
Artikel Terkait
BI Tegaskan: Beli Dolar Lewat $10.000 Tanpa Larangan
22 Juli 2026
Rupiah Menguat 18.070 per Dolar AS, Tersengat Data Inflasi
16 Juli 2026
Rupiah Melemah ke 18.109 per Dolar AS, Blockade Hormuz Bikin Khawatir
13 Juli 2026
Rupiah Stabil di Ratusan Ribu Per Dolar AS: Kebijakan Pemerintah dan Geopolitik
13 Juli 2026
Rupiah Melemah ke 17.984 per Dolar AS: Ketegangan Geopolitik Berdampak
8 Juli 2026
Rupiah Naik terhadap USD karena Penambahan Cadangan Devisa
7 Juli 2026
Harga Emas Antam naik lagi
27 Juni 2026
Harga emas Pegadaian turun di 25 Juni 2026: Kompak dengan UBS
25 Juni 2026
Memuat komentar...