BeritaLokal, Jakarta – Pertumbuhan Wisatawan Indonesia Terancam Akibat Konflik Global
Di tengah kekacauan geopolitik di Timur Tengah yang terus memperparah kondisi ekonomi global, Malaysia kini menunjukkan strategi pemasaran wisata baru untuk menghadapi tekanan pada sektor pariwisata. Menyikapi situasi ini, pemerintahan Malaysia sedang mengevaluasi target kunjungan wisatawan asal Indonesia yang ditargetkan mencapai 5 juta orang dalam periode tertentu, namun kini menjadi fokus utama untuk memperluas promosi ke daerah lain di Asia Tenggara.
Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim, mengakui bahwa sektor pariwisata sangat rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia menjelaskan, meski target awal mencakup 5 juta kunjungan dari Indonesia, situasi saat ini menuntut evaluasi lebih lanjut karena penurunan arus wisatawan internasional akibat krisis geopolitik. “Kami sedang memperbarui strategi kerja sama dengan pelaku industri pariwisata di berbagai daerah di Indonesia,” kata Amirul dalam sambutan acara Malaysia Fair 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Pertama, promosi wisata tidak hanya terpusat di Jakarta, melainkan diperluas ke kota-kota lain seperti Serang, Bandung, dan Jayapura. Amirul menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan akses untuk calon wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi wisata sekaligus layanan kesehatan, pendidikan, dan budaya. “Kami mempromosikan paket perjalanan yang menggabungkan kegiatan belanja, pengalaman budaya, serta layanan kesehatan,” kata dia.
Selain itu, Malaysia juga mengembangkan sektor wisata kesehatan dengan kerja sama dengan Malaysia Healthcare Travel Council. Dalam waktu dekat, berbagai paket perjalanan yang menyertakan layanan medis dan pemeriksaan kesehatan akan dipasarkan di Indonesia. Amirul menilai, pasar Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga arus kunjungan wisatawan internasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Kebijakan ini juga bertujuan untuk mempertahankan kinerja sektor pariwisata Malaysia, meski tantangan masih sangat signifikan. Menurut Amirul, konflik di Timur Tengah tidak hanya menimbulkan risiko bagi arus wisatawan internasional, tetapi juga mengguncang kepercayaan pelaku industri terhadap mobilitas wisatawan global. Dengan strategi ini, Malaysia berharap dapat memperkuat koneksi ekonomi dan ekosistem pariwisata di Asia Tengger.
Artikel Terkait
Indonesia & Hong Kong Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
28 Juli 2026
Junhoe Berangkat Wamil 10 Hari Jelang Konser iKON Jakarta
28 Juli 2026
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Thom Haye Rekan Meriahkan Piala AFF dengan 3 Assist
27 Juli 2026
Rupiah Tembus 18.009, Kurs Rupiah Turun Hari Ini
27 Juli 2026
Piala AFF 2026: Nilai Pasar Timnas Indonesia Termahal
27 Juli 2026
Tempat Menonton Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
27 Juli 2026
Memuat komentar...