Makin Gila, Kim Jong Un Genjot Produksi Senjata Nuklir Korut

BeritaLokal, Jakarta – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali melakukan kunjungan ke fasilitas produksi material nuklir yang baru beroperasi, menegaskan komitmen negara untuk memperkuat arsenal senjata nuklir. Kunjungannya terjadi sehari sebelumnya, diikuti oleh pejabat senior dari industri persenjataan dan Institut Penelitian Senjata Nuklir Korea Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Kim mengklaim kapasitas produksi material nuklir tingkat senjata Korea Utara telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Pernyataan ini disebutkan melalui laman Chosun, yang menyebutkan peningkatan tersebut mencakup pembuatan uranium hingga tingkat tinggi untuk pembuatan senjata nuklir.

Kim juga mengungkapkan bahwa Kongres Partai ke-9 telah menetapkan rencana lima tahun baru untuk memperkuat kemampuan nuklir negara, dengan penekanan pada pengembangan kapasitas produksi material nuklir guna meningkatkan jumlah senjata yang dimiliki. Menurut Kim, senjata nuklir merupakan “jaminan utama” bagi keamanan dan kelangsungan pembangunan Korea Utara di tengah konfrontasi berkepanjangan dengan negara-negara dianggap musuh.

Fasilitas produksi yang ditunjukkan dalam kunjungan mencakup sentrifugal silinder untuk pengayaan uranium, bahan utama senjata nuklir. Namun, KCNA tidak mengungkap lokasi atau kapasitas produksi fasilitas tersebut, sebagaimana diungkapkan analis yang memperkirakan bahwa fasilitas ini mungkin merupakan lokasi baru pengayaan uranium yang belum pernah dipublikasikan.

Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea (KODEF), Shin Jong-woo, mengkritik tindakan Korea Utara dengan menegaskan negara tidak hanya memperlihatkan fasilitas pengayaan uranium baru, tetapi juga rancangan hulu ledak nuklir generasi terbaru. “Diduga itu adalah bom uranium dengan desain yang berbeda dari bom hidrogen yang sebelumnya pernah diperlihatkan Korea Utara,” kata Shin.

Dokumen dan gambar yang ditunjukkan dalam kunjungan, termasuk yang diduga berisi cetak biru hulu ledak nuklir baru, tampak disensor sehingga detailnya tidak dapat diidentifikasi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah Korea Utara sedang memperkuat komunikasi terkait teknologi nuklir, meski dengan cara yang mungkin terkesan rahasia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi internasional, khususnya mengingat situasi konfrontasi antar negara yang berkelanjutan dan ketegangan di sekitar Asia Tenggara. Dengan peningkatan kapasitas produksi senjata nuklir, Korea Utara terus memperkuat posisi strategisnya dalam menghadapi ancaman keamanan regional.

Artikel Terkait

0